Syarat Uskup Baru dalam Gereja Katolik: Apa yang Terjadi setelah Uskup Wafat?

Syarat Uskup Baru dalam Gereja Katolik: Apa yang Terjadi setelah Uskup Wafat?

Potret mendiang Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono.-Julian Romadhon-Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Suasana duka menyelimuti komunitas umat Katolik. Pada Kamis, 10 Agustus 2023, Kota Surabaya kehilangan tokoh berpengaruh. Mgr Vincentius Sutikno Wisaksono, yang akrab disapa Monsinyur Tik, mengembuskan nafas terakhirnya.

 

Sosok Monsinyur Tik dikenal sebagai teladan yang rendah hati. Dalam masa penggembalaannya, ia bertekad membentuk generasi masa depan yang lebih baik.

 

Monsinyur menjadi sosok asli Surabaya pertama yang menjabat sebagai uskup kota tersebut. Sebelumnya, uskup berasal dari luar kota, termasuk Blitar dan Semarang. Memang, Keuskupan Surabaya punya cakupan wilayah yang sangat luas. Yakni di kawasan barat Jawa Timur plus Blora dan Rembang di Jawa Tengah

 

Uskup sendiri adalah gelar yang mengacu pada pemimpin gereja di suatu wilayah. Tugasnya mencakup penyebaran ajaran Injil, pemeliharaan sisi kerohanian umat, dan pelaksanaan misi klerus atau para rohaniwan.

 

BACA JUGA : In Memoriam Uskup Surabaya Mgr Vincentius Sutikno Wisaksnono, Mengenang Jiwa Penuh Semangat

BACA JUGA : Mengenang Uskup Surabaya yang Bersahaja, Penyuka Mobil Taft Kebo

 

 

Di dalam struktur Gereja Katolik, seorang uskup akan memerintah seumur hidup. Tetapi, sesuai tradisi, uskup hanya bertakhta hingga berumur 75 tahun.

 

Sesuai tradisi, di umur itu, seorang uskup akan mengajukan pengunduran diri kepada Paus di Vatikan. Setelah pengunduran diri itu diterima, sang uskup akan menerima gelar emeritus. Meskipun, jika Vatikan merasa bahwa sang uskup masih mampu, jabatannya akan diperpanjang.

 


Paus Fransiskus melantik Mgr Antoine Camilleri sebagai Uskup Malta di Basilika Santo Petrus, 4 Oktober 2019.-VINCENZO PINTO-AFP-

 

Menariknya, kisah penunjukan Monsinyur Tik memiliki nuansa unik. Pada 1 April 2007, perwakilan Vatikan menghubungi Monsinyur Tik yang masih berada di Filipina. Infonya, Bapa Suci menunjuk Monsinyur Tik untuk memimpin Keuskupan Surabaya. Dalam suasana April Mop, telepon tersebut tak dianggap serius dan dianggap lelucon.

 

Nah, tahukah Anda apa saja kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi uskup? Berikut ini yang harus dipenuhi seorang rohaniwan yang akan diangkat sebagai uskup.

 

-       Kehidupan Rohani yang Mendalam

Calon uskup harus memiliki hubungan mendalam dengan spiritualitas dan iman.

 

-       Reputasi Baik di Masyarakat

Nama baik di mata masyarakat adalah prasyarat penting.

 

-       Usia Minimum 35 Tahun

Calon uskup harus memenuhi usia ini untuk memastikan kedewasaan dan pengalaman.

 

-       Pengalaman Sebagai Imam:

Calon harus sudah ditahbiskan menjadi imam atau pastor Katolik selama minimal 5 tahun.

 

-       Pendidikan Teologi dan Keahlian Khusus

Gelar doktor atau setidaknya ahli dalam bidang kitab suci, teologi, dan hukum kanonik menjadi faktor penting.

 

Nah, ternyata tugas dan kriteria untuk menjadi pemimpin agama Katolik tidak main-main, ya… (Wehernius Irfon)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: