Mengenal Sensitisasi Saraf, Ketika Sakit Punggung Biasa Jadi Lebih Menyakitkan dan Menyiksa

Mengenal Sensitisasi Saraf, Ketika Sakit Punggung Biasa Jadi Lebih Menyakitkan dan Menyiksa

MENGENAL sensitisasi saraf, ketika sakit punggung biasa jadi lebih menyakitkan dan menyiksa. -Kindel Media -Pexels

HARIAN DISWAY – Siapa yang suka meremehkan sakit punggung

Sakit punggung biasanya dianggap pegal-pegal biasa. Efek dari aktivitas yang melelahkan. Entah mengangkat barang, atau sebaliknya, terlalu banyak duduk. 

Padahal, sakit punggung bisa memicu munculnya problem lain. Yang membuatnya terasa ratusan kali lebih menyakitkan. Terutama jika berlangsung selama menahun. 

BACA JUGA: 10 Gerakan Peregangan Ringan yang Cocok Dilakukan di Kantor, Bisa sambil Duduk di Kursi lho, Apa Saja?

Hal itu seperti yang dialami Melissa Angle. Pada usia 35 tahun, perempuan asal AS itu merasakan sakit punggung yang luar biasa menyakitkan. Hingga fisik dan mentalnya terkuras habis. 


MENGENAL sensitisasi saraf, ketika sakit punggung biasa jadi lebih menyakitkan dan menyiksa. -Kindel Media -Pexels

Setelah menjalani treatment yang tepat, barulah dia sembuh. Tapi, perjalanan menuju kesembuhan itu cukup sulit dan berliku juga. Sampai dia berganti pekerjaan. Dari bartender menjadi make-up artist

Mengenang kejadian empat tahun lalu, Angle baru menyadari bahwa sakit punggung yang dia rasakan bukan penyakit biasa. Rasa sakit di punggungnya itu disebabkan oleh gangguan sistem sarafnya. Sensitisasi saraf, namanya.

BACA JUGA: Manfaat Peregangan Ringan bagi Tubuh di Sela Waktu Bekerja di Kantor

Tidak terdeteksi dari awal

Awalnya, Melissa Angle merasakan sakit yang hilang-hilang timbul pada punggung bagian bawah (lower back).  Dia mengira, hanya kecapekan. Apalagi dia bekerja dalam posisi berdiri setiap hari. 

Namun, penyakit yang dideritanya makin lama makin memburuk. Berbulan bulan dia menahan rasa sakit yang tak tertahankan. Hingga pada satu titik, dia tidak bisa lagi bekerja maupun merawat anak-anaknya. 

BACA JUGA: Luangkan Waktu 30 Menit untuk Short Nap, Bisakah Tidur Siang Singkat di Kantor?

Angle berinisiatif mengurangi jam kerjanya. Siang, saat bar belum ramai, dia lebih banyak duduk. Berharap rasa sakitnya akan reda dengan sendirinya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: www.insider.com