Amerika Serikat dan PBB Sepakat Pulangkan Warga Palestina di Gaza

Amerika Serikat dan PBB Sepakat Pulangkan Warga Palestina di Gaza

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken saat Konferensi Pers di Tel Aviv, Israel pada Selasa, 9 Januari 2024. -Evelyn Hockstein-Pool Photo via AP

HARIAN DISWAY - Amerika Serikat dan Israel sepakat mengenai rencana PBB untuk melaksanakan “misi penilaian” untuk menyelidiki kondisi Gaza pasca perang.

Misi tersebut dapat menentukan nasib warga Palestina yang terlantar untuk kembali ke rumahnya di Gaza Utara.

“Hari ini kami sepakat mengenai rencana PBB untuk melaksanakan misi penilaian. Hal ini akan menentukan apa yang perlu dilakukan agar warga Palestina yang terlantar dapat kembali dengan selamat ke rumah mereka di wilayah utara,” ucap Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam Konferensi Pers di Tel Aviv, Israel pada Selasa, 9 Januari 2023.

Blinken mengeluarkan pernyataan tersebut mengingat operasi militer Israel di Gaza Utara berada dalam fase intensitas yang lebih rendah. Selain itu, IDF juga tengah mengurangi jumlah pasukannya di Gaza Utara.

BACA JUGA:Bos Mekdi Sambat Bisnisnya Seret Karena Diboikot Ramai-Ramai: Ini Semua Misinformasi

Misi PBB itu tidak terjadi dalam waktu singkat karena akan ada banyak tantangan di Gaza Utara.

“Sekarang, hal ini tidak akan terjadi dalam semalam. Ada tantangan keamanan, infrastruktur, dan kemanusiaan yang serius. Namun misi tersebut akan memulai proses yang mengevaluasi hambatan-hambatan ini dan bagaimana cara mengatasinya,” jelas Blinken.

Salah satu tantangan yang akan dihadapi, yaitu persenjataan yang belum meledak seperti ranjau, jebakan, dan bahan peledak lain yang ditinggalkan Hamas.

BACA JUGA:BYD Salip Tesla Jadi Mobil Listrik Terlaris di Kuartal IV 2023

Setelah kondisi Gaza Utara memungkinkan warga Palestina untuk kembali, Blinken mengatakan bahwa Israel dan Amerika Serikat mengizinkan warga Palestina kembali ke Gaza Utara.

“Dan kami sudah sangat jelas mengenai perlunya melakukan hal tersebut jika kondisinya memungkinkan, dan memastikan bahwa jika masyarakat ingin kembali, mereka dapat kembali,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Blinken menegaskan bahwa warga Palestina tidak boleh dipaksakan untuk meninggalkan Gaza. Mereka semua harus bisa kembali ke rumahnya masing-masing setelah kondisi Gaza dinyatakan aman. 

BACA JUGA:Buruh Tambang Nikel Sulteng Ngeluh ke Anies, Upah Naik Cuma Rp 31.707, Dipajaki Pula

Pernyataan tersebut sudah dikatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pertemuannya pada Selasa, 9 Januari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: