Menguatkan Ekonomi Lemah melalui Zakat

Menguatkan Ekonomi Lemah melalui Zakat

Zakat dapat berperan sebagai instrumen ekonomi Islam yang efektif untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah melalui pengelolaan zakat yang baik dan tepat sasaran. --iStockphoto

Zakat menjadi sumber pendapatan negara yang utama sebelum adanya pajak negara seperti sekarang. Zakat digunakan untuk mendanai berbagai kebutuhan pemerintahan, pembangunan dan sosial. Bahkan, pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, zakat menjadi alat untuk mengurangi kemiskinan yang efektif.

BACA JUGA: Zakat Fitrah Itu Wajib, Ini Penjelasan dan Hikmahnya!

Zakat sebagai Instrumen Pemberdayaan

Salah satu fungsi zakat yang sangat penting adalah untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program zakat produktif. Yakni program-program yang diarahkan untuk meningkatkan kapasitas ekonomi penerima zakat.

Program zakat produktif bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi, yang membantu mustahik untuk beralih dari ketergantungan menjadi mandiri secara ekonomi. Mengingat bahwa lebih dari 60 persen PDB dan 97 persen tenaga kerja Indonesia bertumpu pada UMKM. Maka, zakat bisa menjadi alat untuk pemberdayaan. 

Penelitian Beik (2010) dalam Zakat and Economic Development menunjukkan bahwa zakat produktif, seperti pemberian bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, dan akses ke pasar yang lebih luas, dapat meningkatkan pendapatan penerima zakat secara signifikan.

BACA JUGA: Batas Waktu Pembayaran Zakat Fitrah, Jangan Sampai Terlambat!

Beik menyatakan bahwa dengan pemberian modal usaha, mustahik dapat membuka atau mengembangkan usaha mikro yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat daya saing ekonomi mereka.

Sebagai contoh, banyak program zakat yang berhasil memberikan dana hibah untuk usaha kecil yang kemudian berkembang dan meningkatkan pendapatan keluarga penerima zakat.

Selain itu, zakat produktif juga dapat meliputi pelatihan keterampilan yang memberi penerima zakat kemampuan untuk bekerja atau memulai usaha di sektor-sektor yang memiliki permintaan tinggi. Misalnya, pelatihan keterampilan di bidang kerajinan tangan, pertanian berkelanjutan, atau keterampilan digital, yang memberikan kesempatan untuk penerima zakat beradaptasi dengan pasar yang terus berkembang.

BACA JUGA: Bayar Zakat Tanpa Ribet! Ini 7 Rekomendasi Aplikasi Zakat Fitrah Online Berikut Tatacaranya

Sebuah studi yang dilakukan oleh Manaf & Hafiz (2019) dalam The Role of Zakat in Poverty Alleviation juga mendukung hal ini, dengan menunjukkan bahwa dana zakat yang disalurkan untuk pemberdayaan produktif bisa meningkatkan kualitas hidup mustahik dalam jangka panjang, mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan, dan mengurangi ketergantungan pada bantuan sosial.

Penyaluran zakat untuk pemberdayaan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung kepada penerima zakat, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, karena zakat yang digunakan secara produktif akan berputar dalam perekonomian, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pemulihan ekonomi di tingkat mikro.

Dengan demikian, zakat tidak hanya mengurangi kemiskinan sementara, tetapi juga menciptakan fondasi ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi masyarakat miskin.

BACA JUGA: Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga, Lengkap dengan Doanya!

Solusi Pemulihan Ekonomi Lesu

Dari sudut pandang ekonomi modern, zakat memiliki efek multiplier yang signifikan. Penyaluran zakat secara efektif berarti mengalirkan dana ke tangan kelompok yang cenderung akan langsung membelanjakannya untuk kebutuhan pokok. Hal tersebut berdampak positif pada permintaan agregat.
Kontribusi zakat terhadap pengurangan kemiskinan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,76 persen dari total jumlah penduduk miskin. --iStockphoto

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: