Menguatkan Ekonomi Lemah melalui Zakat

Menguatkan Ekonomi Lemah melalui Zakat

Zakat dapat berperan sebagai instrumen ekonomi Islam yang efektif untuk membantu masyarakat yang ekonominya lemah melalui pengelolaan zakat yang baik dan tepat sasaran. --iStockphoto

Untuk jangka pendek, zakat berperan sebagai pengungkit permintaan domestik pada tingkat rumah tangga. Untuk jangka panjang, zakat dapat mengubah mustahik beranjak menjadi muzaki. Sehingga sangat tepat jika di tengah ancaman deflasi hari ini karena lesunya daya beli masyarakat, penyaluran zakat bisa menjadi “stimulus” yang mendorong konsumsi.

Nejatullah Siddiqi (2004) menyatakan bahwa ketika zakat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di saat krisis ekonomi, maka dapat meningkatkan konsumsi rumah tangga dan mendorong permintaan barang dan jasa, yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Penjelasan Lengkap Zakat sebagai Sedekah

Kontribusi zakat terhadap pengurangan kemiskinan di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 1,76 persen dari total jumlah penduduk miskin. Meskipun angka ini terlihat kecil, dampaknya sangat berarti karena ribuan keluarga kini merasakan peningkatan kesejahteraan.

Dengan jumlah penduduk miskin Indonesia yang masih sekitar 26,36 juta orang, setiap peningkatan dalam pengumpulan dan penyaluran zakat yang tepat sasaran akan memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi kemiskinan secara luas. Dengan kondisi ekonomi hari ini yang lesu, bukan tidak mungkin kemiskinan di masyarakat akan semakin besar.

Negara wajib hadir untuk memberikan solusi atas kelesuan ekonomi. Zakat sebagai sebuah sistem yang dilahirkan agama terbukti membawa kemaslahatan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika negara dan masyarakat mampun mengelola zakat secara baik, kemiskinan bisa perlahan dientaskan. (*)


Arin Setyowati--

*) Dosen Prodi Perbankan Syariah FAI Universitas Muhammadiyah Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: