Sungkeman di Hari Raya: Sejarah dan Makna di Balik Tradisi Penuh Makna

Tradisi sungkeman kepada orang tua pada saat Idulfitri sebagai permohonan maaf-Ika Rahma-Ika Rahma
BACA JUGA: Sejarah, Tradisi, dan Makna Lebaran di Indonesia
Keterkaitan antara gestur Jawa dan konsep pengampunan dalam Islam, serta peran para pemimpin agama, mengindikasikan adanya perpaduan unsur budaya dan agama yang disengaja.
Ini menunjukkan pola dalam sejarah Indonesia di mana adat istiadat lokal sering kali diinterpretasikan ulang dan diberi makna baru dalam kerangka ajaran Islam.
Makna Filosofis dan Nilai-Nilai Budaya dalam Sungkeman
Sungkeman menjadi momen penting saat Idulfitri untuk mencari maaf atas segala kesalahan yang diperbuat sepanjang tahun-Rifka Hayati-Getty Images Signature
Sungkeman merupakan wujud utama rasa hormat ("hormat," "bakti") dan penghormatan kepada orang tua, sesepuh, dan mereka yang dianggap lebih senior atau memiliki status lebih tinggi.
BACA JUGA: 20 Pantun Ucapan Hari Raya Idul Fitri 2025, Meriahkan Lebaran di Media Sosial
Tindakan fisik berupa membungkuk atau berlutut ("bersimpuh," "jongkok") dan mencium tangan melambangkan kerendahan hati dan pengakuan atas kebijaksanaan serta kontribusi mereka.
Sifat Sungkeman yang terwujud dalam tindakan fisik, melibatkan postur tubuh tertentu, memperkuat ketulusan dan kedalaman rasa hormat yang disampaikan, menjadikannya lebih dari sekadar ekspresi verbal.
Tindakan merendahkan diri secara fisik di hadapan orang yang lebih tua adalah komunikasi non-verbal yang kuat tentang penghormatan. Selain itu, sungkeman menjadi momen penting untuk mencari maaf atau "nyuwun ngapura".
BACA JUGA: Hal-Hal yang Dipersiapkan sebelum Lebaran agar Perayaan Lebih Berkesan
Maaf atas segala kesalahan yang diperbuat terhadap para sesepuh sepanjang tahun. Tradisi ini berperan dalam memperbaiki hubungan yang tegang dan mendorong rekonsiliasi dalam keluarga.
Waktu pelaksanaan Sungkeman saat Idulfitri, setelah sebulan penuh refleksi spiritual dan puasa di bulan Ramadan, menggarisbawahi pentingnya tradisi ini dalam membersihkan diri tidak hanya dari dosa individu.
Tetapi juga dari perselisihan antar pribadi, sehingga mendorong awal yang baru. Tradisi sungkeman di Hari Raya Idulfitri merupakan tradisi yang tidak hanya menjadi sekedar ritual.
BACA JUGA: 8 Cara Mengucapkan Selamat Idulfitri dalam Berbagai Bahasa dan Tradisinya di Berbagai Negara
Tetapi juga cerminan mendalam dari nilai-nilai luhur seperti rasa hormat kepada sesepuh, pentingnya permintaan maaf dan rekonsiliasi, ungkapan rasa terima kasih dan kasih sayang, serta penanaman kerendahan hati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: berbagai sumber