Seminar Gugah Nurani Indonesia: Mewujudkan Generasi Sehat, Bertanggung Jawab dan Peduli dengan Lingkungan yang Aman & Nyaman

Semarak seminar talkshow yang digelar oleh Gugah Nurani Indonesia merayakan hari Anak Nasional 2025 pada 22 Agustus 2025 di Surabaya. --Gugah Nurani Indonesia
BACA JUGA: FPDIP Jawa Timur: Distribusi Anggaran Harus Berdasar Prevalensi Stunting Daerah
Dari pertanyaan tersebut, Ibu Nanik menjawab, “Penyebab stunting dibagi dua, faktor spesifik sebanyak 30% yang berupa kesehatan, dan faktor sensitif sebanyak 70% yang mencakup non-kesehatan, seperti faktor ekonomi, pendidikan, hingga edukasi rumah tangga.”
Kemenkes RI melalui Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024. Hasil yang didapatkan melebihi ekspektasi, yakni 19,8%.
Hasil yang memberikan angin segar ini menunjukkan bahwa angka stunting di Indonesia mengalami penurunan secara konsisten. Semua pihak harus bergerak untuk memberantas stunting dan mewujudkan generasi emas 2045 untuk Indonesia.
BACA JUGA: Prevalensi Stunting Jatim, Terbaik Pertama di Pulau Jawa dan Kedua Nasional
Sesi ketiga bersama Relita Wulandari, S.Sos sebagai perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana, Yunus, S.STP, M.A.P sebagai Camat Semampir, Surabaya, dan Cicik Sri Rejeki, S.Pd sebagai Child Protection & Safeguarding Specialist Gugah Nurani Indonesia. (Dari kiri ke kanan). --Gugah Nurani Indonesia
Masih dipandu oleh Heti Palestina Yunani, sesi yang terakhir ini bertema “Kampung Aman di Kota yang Ramah Perempuan dan Anak”.
Materi akan disampaikan oleh Cicik Sri Rejeki, S.Pd sebagai Child Protection & Safeguarding Specialist Gugah Nurani Indonesia. Ada pula Yunus, S.STP, M.A.P sebagai Camat Semampir, Surabaya, dan Relita Wulandari, S.Sos sebagai perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk & Keluarga Berencana.
“Semampir adalah wilayah paling ujung Surabaya, tapi nomor 3 paling padat penduduknya. Rata-rata diisi oleh angkatan laut,” terang Pak Yunus memperkenalkan Kecamatan Semampir kepada para audiens.
BACA JUGA: Armada Bus Sekolah Surabaya Akan Ditambah, Upaya Dishub Optimalkan Transportasi Ramah Anak
Kecamatan Semampir pernah meraih kategori Kecamatan Humanis dalam POTAS Award 2023 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Di tahun yang sama juga, Kelurahan Wonokusumo yang juga masuk di Kecamatan Semampir menjadi juara 3 dalam ajang Kampung KAS-PRA 2023 yang diberikan oleh Pemerintah Kota Surabaya untuk kampung-kampung terbaik.
Menurut Ibu Relita, untuk menciptakan Surabaya sebagai kota yang ramah perempuan dan layak anak, maka dibuatlah program “Kampunge Arek Suroboyo Ramah Perempuan dan Anak” (KAS-PRA) yang dibantu oleh mahasiswa, GNI, dan pihak-pihak yang terkait.
BACA JUGA: Setiap RW di Surabaya Harus Jadi Kampung Ramah Anak
“GNI adalah organisasi masyarakat yang fokus pada perempuan dan anak,” jelas Ibu Cicik sebagai salah satu penggerak GNI yang digandeng untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yang ramah perempuan dan layak anak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: