Prabowo Rangkul Oposan Era Soeharto

Prabowo Rangkul Oposan Era Soeharto

ILUSTRASI Prabowo Rangkul Oposan Era Soeharto.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

TAK terduga juga, sejumlah nama yang menjadi oposisi di era Soeharto mendapat sematan bintang kehormatan dari Presiden Prabowo Subianto. Para jenderal yang disingkirkan mantan mertua dipanggil ke istana oleh bekas menantu.

Dari penerima tanda jasa terselip beberapa tokoh seperti Letjen H.R. Darsono, Letjen M. Jasin, dan Letjen Kemal Idris, yang menerima Bintang RI Mahaputra. Juga, ada mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang mendapat Bintang RI Utama. Mereka adalah penanda tangan Petisi 50. Sebuah nota politik yang memprotes gaya Orde Baru rezim Soeharto. 

Setelah para jenderal itu protes, mereka ”haram” mendekat ke istana. Soeharto (mertua Prabowo) mengucilkan mereka. Otomatis mereka tidak mendapat posisi di pemerintahan. Padahal, para jenderal itu sangat disegani di eranya (1970– 1990-an). Juga, berperan penting di awal Orde Baru. 

BACA JUGA:Abolisi, Amnesti, dan Hat-trick Prabowo

BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Tulis Ulang Sejarah Indonesia: History atau His Story?

Bahkan, Ali Sadikin, gubernur legendaris Jakarta itu, setelah meneken Petisi 50 mengalami kesulitan dalam beraktivitas. Sulit mendapat ruang gerak untuk berbisnis. 

Prabowo juga punya cara lain untuk menghargai Bang Ali. Yakni, memberikan kenaikan pangkat kehormatan. Bang Ali pensiun dengan pangkat bintang tiga, letjen (KKO). Prabowo memberikan pangkat kehormatan jenderal (KKO). KKO itu yang menjadi cikal bakal Marinir, TNI-AL.

Para tokoh legenda itu diundang Prabowo ke istana. Mereka semua diwakili para anak atau ahli waris. Para jenderal yang berjaya di eranya tersebut sudah almarhum. 

BACA JUGA:Impor Bebas ala Prabowo

BACA JUGA:Prabowo Adalah (Bukan) Kita

Pemberian gelar kehormatan tahun ini penuh dengan nuansa politik akomodasi. Memang itu gaya yang melekat dengan Prabowo selama ini. Ingin merangkul semua pihak. Saking akomodatifnya, Prabowo membagikan 141 tanda jasa dalam acara di Istana Negara, Senin, 25 Agustus 2025.

Prabowo juga memberikan tanda jasa kepada teman-teman sesama jenderal yang mengadilinya di sidang Dewan Kehormatan Perwira (DKP) tahun 1998. Sidang itulah yang merekomendasikan Prabowo pensiun lebih cepat dari militer.

Jenderal Soebagyo Hadi Siswoyo (ketua DKP) dan Jenderal Agum Gumelar (salah seorang anggota DKP) termasuk yang menerima Bintang RI Utama. Jenderal Wiranto, panglima ABRI (TNI) 1998, saat Prabowo dipensiunkan dari militer, mendapat penghargaan serupa.

BACA JUGA:Pak Harto, Prabowo, dan Para Taipan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: