Prabowo Adalah (Bukan) Kita

Prabowo Adalah (Bukan) Kita

ILUSTRASI Prabowo Adalah (Bukan) Kita.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

ADA pergeseran peta oposisi yang cukup signifikan di Indonesia belakangan ini. Para aktivis –yang semula berada di posisi berseberangan– sekarang mulai menyeberang menjadi pendukung Prabowo Subianto.

Setidaknya hal itu tampak dari tulisan yang dibuat Syahganda Nainggolan yang beredar di grup percakapan WhatsApp. Tulisan berjudul Prabowo Adalah Kita itu provokatif dan apologetis. 

Provokatif karena mati-matian mendukung Prabowo tanpa reserve. Apologetis karena memaafkan dan memaklumi semua kebijakan Prabowo, termasuk revisi UU TNI.

BACA JUGA:Pak Harto, Prabowo, dan Para Taipan

BACA JUGA:Jejak Soemitro Djojohadikoesoemo, Langkah Prabowo Subianto

Syahganda mengeklaim bahwa beberapa aktivis oposisi sudah balik kanan mendukung Prabowo, dengan syarat dan tanpa syarat. 

Nama yang disebut sudah balik kanan adalah Said Didu, Refly Harun, dan Edy Mulyadi. Syahganda menyebut mereka sebagai pendukung Anies Baswedan pada Pilpres 2024 (sic).

Sebelumnya para aktivis oposisi menolak Prabowo karena memakai jalan haram dan curang untuk naik ke puncak kekuasaan. Ia mendompleng kepada Jokowi dan membiarkan pemerkosaan oleh Jokowi terhadap undang-undang melalui rekayasa Mahkamah Konstitusi (MK).

BACA JUGA:100 Hari Pemerintahan Prabowo-Gibran

BACA JUGA:Prabowo di Antara Jokowi dan Megawati

Jalan haram yang dilewati Prabowo itu dianggap sebagai strategi yang halal oleh Syahganda Nainggolan. Ia memperbandingkan dengan Vladimir Putin yang harus menghamba kepada Boris Yeltsin untuk mencapai kekuasaan. 

Juga, membandingkan dengan Deng Xiaoping yang mengalah dulu kepada Gang of Four dalam perebutan kekuasaan di Tiongkok pasca-Mao Zedong.

Dua orang yang dijadikan contoh oleh Syahganda adalah pemimpin komunis di negara komunis. Tidak ada fenomena semacam itu di negara demokratis.  

Syahganda secara tidak sadar mengakui bahwa apa yang dilakukan Prabowo mirip atau sama dengan yang dilakukan dua pemimpin komunis di negara komunis. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: