Relawan Tiongkok Kesulitan Cari Korban Banjir Aceh
Wacana netizen untuk patungan membeli hutan mencuat di media sosial, sebagai bentuk keprihatinan atas bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara-Istimewa-
Meski telah menemukan beberapa jenazah, para relawan menyampaikan kepada pemerintah daerah bahwa kondisi lapangan terlalu sulit untuk dilakukan penyisiran lanjutan.
Setelah melakukan evaluasi bersama, tim relawan China mengajukan permintaan pemindahan area operasi ke lokasi yang lebih memungkinkan untuk dijangkau.
“Sementara ini mereka sudah mengonfirmasi untuk pindah daerah penyisiran… Besok (Kamis) mungkin mereka akan pindah ke Aceh Timur atau Aceh Tamiang untuk mendeteksi keberadaan mayat,” tuturnya.
BACA JUGA:PLN Minta Maaf, Tak Bisa Penuhi Janji Soal Listrik Aceh Pulih 93 Persen
Perpindahan lokasi tersebut dinilai penting mengingat cakupan area terdampak sangat luas.
Aceh Timur dan Aceh Tamiang menjadi fokus baru karena beberapa titik banjir di wilayah itu masih menyisakan material tebal yang sulit ditangani tim penyelamat.
Pemerintah Aceh berharap, dengan pemindahan area ini, proses pencarian korban dapat berlangsung lebih optimal dan tidak terhambat oleh kondisi wilayah seperti yang terjadi di Aceh Utara.
Di tengah operasi lapangan yang dinamis, pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan lembaga nasional, relawan lokal, serta sejumlah bantuan internasional lain yang sudah masuk.
Banyak kecamatan hingga kini masih mengalami gangguan akses akibat jembatan yang rusak, jalan tertimbun longsor, dan sungai yang masih dipenuhi material kayu.
BACA JUGA:Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Pergi Umrah saat Bencana Melanda
BACA JUGA:Listrik Menyala, Rumah Sakit MAK Gayo Lues Aceh Sudah Kembali Beroperasi
Kondisi tersebut memperlambat distribusi logistik dan evakuasi warga yang masih tinggal di lokasi pengungsian.
Mualem memastikan bahwa seluruh operasi pencarian dan penanganan dampak bencana akan terus dilanjutkan tanpa jeda hingga situasi benar-benar terkendali.
Meskipun relawan internasional ikut terlibat, ia menegaskan koordinasi utama tetap berada di bawah arahan pemerintah Aceh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: