Kenapa Kita Sering Ngantuk Setelah Makan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa Kita Sering Ngantuk Setelah Makan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Ngantuk setelah makan bukan sekadar rasa malas. Proses pencernaan, hormon, dan jenis makanan berperan dalam fenomena yang dikenal sebagai food coma.-freepik-

HARIAN DISWAY - Mengantuk setelah makan adalah hal umum yang dialami banyak orang. Fenomena seperti itu muncul setelah makan siang atau makan malam dengan porsi besar.

Dalam dunia medis, kondisi tersebut dikenal sebagai postprandial somnolence atau lebih populer disebut food coma. Istilah itu merujuk pada rasa lelah, mengantuk, dan menurunnya konsentrasi setelah makan.

Meski sering dianggap sebagai tanda kemalasan, para ahli menyebut kondisi ini sebagai respons alami tubuh. Tubuh sedang menyesuaikan diri setelah menerima asupan energi dari makanan.

Respons Alami Tubuh setelah Makan

Setelah makan, tubuh langsung mengalihkan fokusnya ke proses pencernaan. Organ pencernaan seperti lambung dan usus bekerja lebih aktif untuk memecah makanan.

BACA JUGA:Makan Tepat Waktu vs Makan Sehat, Mana Lebih Penting?

BACA JUGA:5 Cara Aman Bersihkan Kulkas agar Tetap Higienis dan Aman untuk Makanan

Pada saat yang sama, sistem saraf parasimpatik menjadi lebih dominan. Sistem tersebut berperan dalam kondisi “istirahat dan cerna”, yang membuat tubuh lebih rileks.

Aktivitas itu berbeda dengan sistem saraf simpatik yang aktif saat tubuh siaga. Peralihan sistem saraf itulah yang berkontribusi terhadap munculnya rasa kantuk.

Peran Aliran Darah dalam Pencernaan


SEBAGIAN ORANG yakin darah berpindah dari otak ke perut saat makan. Faktanya, tubuh tetap menjaga aliran darah ke otak, meski pencernaan bekerja lebih aktif.-freepik-

Banyak orang percaya bahwa kantuk muncul karena darah “berpindah” dari otak ke perut. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh mampu menjaga aliran darah ke otak tetap stabil. Namun, peningkatan aktivitas pencernaan memang menuntut energi yang cukup besar.

BACA JUGA:Intuitive Eating, Pola Makan Sehat yang Mengajarkan Kita Mengikuti Sinyal Tubuh

BACA JUGA:5 Jenis Pola Makan Vegan yang Wajib Kamu Tahu

Akibatnya, tubuh mengurangi aktivitas lain yang dianggap tidak mendesak. Salah satu dampaknya adalah penurunan kewaspadaan dan meningkatnya rasa lelah.

Perubahan Hormon setelah Makan

Makanan yang masuk ke tubuh memicu pelepasan berbagai hormon. Salah satu hormon utama yang terlibat adalah insulin.

Insulin berfungsi membantu sel menyerap glukosa dari darah. Perubahan kadar gula darah ini dapat memengaruhi tingkat energi seseorang.

Selain insulin, tubuh juga memproduksi hormon yang berkaitan dengan rasa kenyang. Hormon-hormon ini dapat memberi sinyal pada otak untuk memperlambat aktivitas.

BACA JUGA:6 Rekomendasi Makanan Kaya Kalsium untuk Menjaga Kepadatan Tulang

BACA JUGA:Avocado Lifestyle, Tren Makan Alpukat sebagai Gaya Hidup Sehat

Pengaruh Zat Kimia di Otak

Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan produksi zat kimia tertentu di otak. Salah satunya adalah serotonin, yang berperan dalam pengaturan suasana hati dan tidur.

Makanan yang mengandung triptofan, seperti daging, telur, dan produk susu, turut berperan. Triptofan adalah asam amino yang menjadi bahan dasar pembentukan serotonin.

Ketika kadar serotonin meningkat, tubuh cenderung merasa lebih tenang. Dalam kondisi tertentu, efek ini bisa berkembang menjadi rasa kantuk.

Jenis Makanan yang Memicu Kantuk


ASUPAN tinggi karbohidrat sederhana dan lemak dapat memicu rasa kantuk. Kombinasi ini memengaruhi gula darah dan membuat tubuh lebih cepat lelah.-freepik-

Tidak semua makanan memiliki dampak yang sama terhadap rasa kantuk. Makanan tinggi karbohidrat sederhana sering dikaitkan dengan food coma.

BACA JUGA:Waspadai! 7 Makanan ini Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersamaan dengan Kopi

BACA JUGA:Daftar Makanan Alami yang Bisa Ringankan Kram Haid

Karbohidrat jenis itu mudah dicerna dan cepat meningkatkan gula darah. Setelah lonjakan, gula darah bisa turun dengan cepat dan memicu rasa lemas.

Makanan tinggi lemak juga membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Proses pencernaan yang berat tersebut menuntut energi lebih besar dari tubuh.

Porsi Makan yang Terlalu Besar

Selain jenis makanan, porsi juga memainkan peran penting. Makan dalam jumlah besar membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras.

Semakin berat kerja pencernaan, semakin besar pula energi yang dibutuhkan. Hal ini membuat tubuh secara alami mengurangi tingkat kewaspadaan.

BACA JUGA:3 Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Fungsi Ginjal

BACA JUGA:5 Rekomendasi Makanan Bernutrisi Tinggi, Cocok Dikonsumsi setelah Olahraga

Karena itu, rasa kantuk lebih sering muncul setelah makan besar dibanding camilan ringan. Kondisi ini umum terjadi saat makan siang atau acara makan bersama.

Jam biologis atau ritme sirkadian juga memengaruhi rasa kantuk setelah makan. Secara alami, tubuh manusia mengalami penurunan energi pada siang hari.

Penurunan ini biasanya terjadi antara pukul 13.00 hingga 15.00. Jika waktu tersebut bertepatan dengan makan, rasa kantuk bisa terasa lebih kuat.

Kondisi ini sering disalahartikan sebagai efek makanan semata. Padahal, jam biologis turut memberikan kontribusi signifikan.

BACA JUGA:5 Makanan Praktis dan Anti Ribet untuk Dibawa Saat Demo

BACA JUGA:Mindful Eating, Menikmati Makanan dengan Kesadaran Penuh

Apakah Food Coma Berbahaya?

Dalam kebanyakan kasus, food coma tidak berbahaya. Kondisi ini merupakan respons normal tubuh terhadap proses pencernaan.

Namun, kantuk berlebihan yang terjadi terus-menerus perlu diwaspadai. Hal ini bisa menjadi tanda gangguan metabolisme atau masalah kesehatan lain.

Penderita diabetes, misalnya, perlu memperhatikan perubahan energi setelah makan. Lonjakan dan penurunan gula darah yang ekstrem dapat berdampak serius.

Cara Mencegah Kantuk seusai Makan

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi kantuk. Salah satunya adalah mengatur porsi makan agar tidak berlebihan.

BACA JUGA:5 Jenis Makanan yang Justru Cepat Rusak Jika Disimpan di Kulkas

BACA JUGA:5 Bahan Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Disimpan di Kulkas

Memilih makanan dengan gizi seimbang juga sangat dianjurkan. Kombinasi protein, serat, dan lemak sehat dapat menjaga energi lebih stabil.

Berjalan kaki ringan setelah makan dapat membantu proses pencernaan. Aktivitas itu juga membantu menjaga tubuh tetap segar.

Menghindari makanan tinggi gula saat jam kerja juga patut dipertimbangkan. Pilihan makanan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas.

Mengantuk setelah makan adalah fenomena alami yang dikenal sebagai postprandial somnolence. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh proses pencernaan, hormon, jenis makanan, dan jam biologis.

BACA JUGA:5 Peralatan Makan yang Sustainable Living

BACA JUGA:7 Makanan dan Minuman Guilty Pleasure, Baik untuk Kesehatan

Pemahaman tentang mekanisme ini penting agar masyarakat tidak salah kaprah. Dengan pola makan dan gaya hidup yang tepat, rasa kantuk dapat diminimalkan. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber