J.R. Radjimin, Jejak Sunyi Sang Visioner Industri Perhotelan Surabaya

J.R. Radjimin, Jejak Sunyi Sang Visioner Industri Perhotelan Surabaya

Mendiang J.R. Radjimin dan putranya Erasmus Radjimin. Perintis industri perhotelan di Surabaya itu berpulang pada 6 Januari 2025 dalam usia 75 tahun.--HARIAN DISWAY

J.R. Radjimin atau James Rachman Radjimin meninggal dunia pada Selasa, 6 Januari 2025, tepat pukul 02.22 WIB. Sosoknya dikenal visioner, mampu menangkap peluang, dan berperan penting dalam sejarah industri perhotelan di Kota Surabaya.

James Rachman Radjimin. Ialah sosok pengusaha yang dikenal humble dan dekat dengan siapa saja. J.R. Radjimin berpulang pada 6 Januari 2026. Kabar meninggalnya pemilik J.W. Marriott Surabaya itu dibenarkan oleh sumber orang dekat mendiang. 

“Pak Radjimin meninggal dunia di Rumah Sakit Premier Surabaya. Beliau sudah sakit sejak 2017. Kemudian berpulang karena pecah pembuluh darah,” kata sumber yang tak ingin disebutkan namanya itu, saat dihubungi Harian Disway, 6 Januari 2026. 

Pemilik JW Marriott Surabaya itu memiliki nama Mandarin 邓仲绵 (Deng Zhongmian). Tiga tahun lalu, Anita Radjimin, istrinya, pernah mengungkapkan motto hidup yang sering diungkapkan oleh mendiang suaminya. Yaitu di atas langit masih ada langit (tiān wài yǒu tiān). 

BACA JUGA:Cheng Yu Pilihan Pemilik J.W. Marriott Surabaya Radjimin: Tian Wai You Tian

BACA JUGA:Prof Sunarmi, Guru Besar ISI Surakarta, Kenang Kebaikan dan Teladan Romo Mudji

Semasa hidup, Radjimin gemar belajar bahasa Mandarin. Ia juga pernah menjabat sebagai Konsul Kehormatan Hungaria di Surabaya. Hobinya adalah bermain golf.

“Tadi Pak Dahlan Iskan, founder Harian Disway juga mengirimkan pesan duka kepada Bu Anita. Beliau mengungkapkan rasa kehilangan mendalam. Pak Dahlan menyebut Pak Radjimin sebagai orang yang ramah, baik, dan menghargai orang lain," tambah sumber tersebut. 

J.R Radjimin memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan industri perhotelan bintang lima di Surabaya.

Melalui PT Ramasari Surya Persada, James tercatat sebagai inisiator utama pembangunan JW Marriott Hotel Surabaya.

BACA JUGA:Aktor Gary Iskak Tewas Karena Kecelakaan, Tinggalkan Jejak Karier Lebih dari 20 Tahun

BACA JUGA:Ki Anom Suroto Tutup Usia, Tancep Kayon dan Cerita yang Tak Pernah Usai

Gagasan pembangunan hotel tersebut pertama kali dibahas pada 1992. Yakni ketika Surabaya mulai diproyeksikan sebagai pusat bisnis dan perdagangan utama di kawasan Indonesia timur. Melihat potensi tersebut, J.R. Radjimin mengambil langkah strategis.

Ia menggandeng jaringan hotel internasional Westin Hotels. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kontrak pengelolaan antara PT Ramasari Surya Persada dan Westin. Menjadikan proyek itu sebagai properti Westin pertama di Indonesia yang berlokasi di Surabaya.

Pembangunan hotel dimulai pada September 1993 dengan nilai investasi mencapai Rp200 miliar, angka yang terbilang sangat besar pada masanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway