Densus 88 Ungkap 67 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan dari Komunitas Daring

Densus 88 Ungkap 67 Anak Terpapar Ideologi Kekerasan dari Komunitas Daring

Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait paparan ideologi kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia, dengan 67 anak teridentifikasi terpapar.-disway.id-

HARIAN DISWAY - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap temuan mengkhawatirkan terkait paparan ideologi kekerasan terhadap anak-anak di Indonesia, dengan 67 anak teridentifikasi terpapar dan saat ini menjalani proses intervensi khusus, Rabu, 7 Januari 2026.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana menjelaskan, intervensi dilakukan secara komprehensif melalui pemetaan psikologis serta pendampingan sosial. Upaya tersebut melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan pekerja sosial di wilayah masing-masing.

“Intervensinya meliputi pemetaan psikologis, kemudian ada konseling sesuai kebutuhan anak-anak tersebut. Teman-teman di wilayah juga punya rumah aman dari pekerja sosial,” kata Mayndra kepada awak media.

Menurutnya, pendampingan ini bertujuan agar anak-anak dapat melepaskan diri dari pengaruh ideologi kekerasan yang mereka serap. Paparan tersebut umumnya diperoleh melalui interaksi intens di komunitas daring lintas platform media sosial.

BACA JUGA:Densus 88 Bongkar Pola Baru Perekrutan Anak oleh Jaringan Teror Lewat Dunia Maya

BACA JUGA:ASN Terduga Teroris Ditangkap Densus 88, Sekjen Kemenag: Praduga Tak Bersalah Harus Dikedepankan

Densus 88 menemukan bahwa proses radikalisasi tidak terjadi secara tunggal. Anak-anak terpapar melalui komunitas global berbasis daring yang telah lama eksis dan tersebar di berbagai platform, baik yang bersifat terbuka maupun tertutup.

“Ini komunitas yang sudah lama secara global. Jadi platform-nya tidak satu, multi platform. Ada yang terbuka seperti YouTube, lalu diarahkan ke komunitas lain melalui tautan,” ucapnya.

Sementara itu, hingga saat ini Densus belum menemukan penggunaan platform game streaming seperti Twitch sebagai sarana utama penyebaran. Namun, aparat tidak menutup kemungkinan adanya platform lain yang bersifat anonim dan sulit dilacak.

Mayndra mengungkapkan, kasus yang muncul di SMAN 72 Jakarta, Garut, hingga laporan terbaru di Bali merupakan bagian dari spektrum aktivitas yang saling berkaitan. Meski tidak selalu berada dalam satu grup, seluruhnya berakar pada komunitas yang sama.

BACA JUGA:23 Eks Napi Terorisme di Surabaya Dapat Perhatian Khusus Densus 88 Antiteror, Kenapa?

BACA JUGA:Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Jawa Tengah, Gagalkan Rencana Aksi Teror

“SMAN 72 itu hanya satu di antara sekian banyak grup atau subgrup. Induknya berakar pada True Crime Community,” paparnya.

Ia menambahkan, sebelum insiden di SMAN 72, Densus 88 juga sempat menggagalkan upaya serupa pada Oktober lalu yang melibatkan seorang anak dengan keinginan menjadi pelaku kekerasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: