Ajarkan Mitigasi Bencana kepada Anak-Anak lewat Permainan Kartu, Ada Kucing di Lho Awas! dan HIRO

Ajarkan Mitigasi Bencana kepada Anak-Anak lewat Permainan Kartu, Ada Kucing di Lho Awas! dan HIRO

Pengunjung anak-anak mengamati desain kartu permainan mitigasi bendana yang mengusung ikon lucu karya mahasiswa prodi Desain Grafis UNESA. - Ilmi Bening - Harian Disway

Dalam bencana alam, anak-anak merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban. Selain karena kondisi dan keadaan fisiknya yang tidak sekuat orang dewasa, hal itu juga terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang mitigasi bencana. Anak-anak sering tidak tahu bagaimana cara menyelamatkan diri.

"Tujuan utama kami adalah mengurangi risiko korban jiwa. Dengan belajar sejak dini melalui game, anak-anak jadi tahu apa yang harus dilakukan secara spontan saat bencana benar-benar terjadi," tambahnya.

BACA JUGA:Unesa Bawa 54 Medali SEA Games 2025, Bukti Kuat Kualitas Pendidikan Olahraga Nasional

BACA JUGA:Mahasiswa UNESA Rebranding Produk dan Public Space Berbasis Teknologi Digital di Folkation 4.0

Dari sisi visual, permainan kartu itu dilengkapi dengan desain yang ceria. Pemilihan warna-warna cerah disesuaikan dengan kemampuan persepsi visual anak-anak.

Desain itu tidak hanya mengincar minat anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Pasalnya, anak-anak belum memiliki daya beli. Maka, menarik perhatian orang tua menjadi penting agar kartu permainan itu bisa sampai ke tangan anak-anak.

Dewa mengatakan bahwa Lho Awas! sengaja dikemas secara estetik agar para orang tua tertarik untuk membelinya sebagai media belajar di rumah.

Masih bertema bencana dan masih bermitra dengan BPBD, Unesa juga melahirkan permainan kartu baru bernama HIRO. Tema utama permainan tersebut adalah bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA:Prodi Desain Grafis UNESA Gelar Pameran Folkation 4.0, Ajak Mahasiswa Terjun Langsung ke Industri

BACA JUGA:Rangkaian Folkation 4.0 Unesa: Desain Ulang Penanda KBS Jadi Lebih Eye Catching


HIRO mengusung ikon kucing karena binatang itu sensitif terhadap perubahan alam. -Ilmi Bening-Harian Disway

HIRO adalah pelesetan kata hero yang artinya pahlawan. Tujuan permainan adalah anak-anak mampu menjadi pahlawan bagi diri mereka sendiri.

Karakter utama dalam permainan kartu tersebut adalah kucing, sama seperti karakter yang ada di Lho Awas!

Kucing adalah binatang yang memiliki sensitivitas tinggi terhadap perubahan alam, seperti perubahan cuaca ekstrem. Simbol kucing yang lucu digunakan untuk memandu anak-anak mengenali tanda-tanda bencana.

Berbeda dengan seri sebelumnya yang fokus pada gempa bumi, kartu HIRO berfokus pada empat jenis bencana yang sangat sering terjadi di Jawa Timur. Yakni, banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, dan hujan badai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: