Aksi Militer AS ke Venezuela: Menuju Fragmentasi Rantai Pasok Global?
ILUSTRASI Aksi Militer AS ke Venezuela: Menuju Fragmentasi Rantai Pasok Global?.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
INVASI MILITER Amerika Serikat (AS) ke Venezuela dibarengi dengan operasi penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026. Dalam sudut pandang geopolitik, itu sangat diyakini telah merepresentasikan eskalasi maksimal kegusaran Washington atas sepak terjang pemimpin Venezuela.
Secara unilateral, oleh Washington, Venezuela dituduh sebagai biang kerok atas merajalelanya peredaran obat-obat terlarang di AS.
Opsi operasi militer merupakan pilihan terakhir yang tidak bisa ditawar setelah beberapa kali peringatan verbal Trump tidak diindahkan Maduro. Trump mempertontonkan superioritas militernya atas negeri produsen minyak terbesar di dunia tersebut.
BACA JUGA:Pemimpin Brazil, Kolombia, dan Meksiko Berdiskusi Virtual Bahas Serangan AS ke Venezuela
Serangan militer AS terhadap Venezuela merupakan aksi militer kedua Washington di wilayah Amerika Latin.
Pendekatan militer Paman Sam di daratan Amerika Latin di bawah kepemimpinan Presiden George H.W. Bush juga pernah dilakukan atas Panama. Nama sandinya ”Operation Just Cause”.
Operasi militer berlangsung lebih dari sebulan pada pertengahan Desember 1989 hingga akhir Januari 1990. Rezim junta militer Panama, Jenderal Manuel Antonio Noriega, pun berakhir.
Selain menggulingkan pemimpin de facto Panama Jenderal Noriega, rezim junta militer tersebut telah lama diincar AS karena keterlibatannya dalam berbagai aktivitas pemerasan, pelenyapan pemimpin oposisi, dan perdagangan narkoba.
BACA JUGA:Delcy Rodriguez Ajak AS Kerjasama Daripada Ambil Alih Venezuela
BACA JUGA:Venezuela, ketika Hukum Tunduk pada Minyak
Pascaoperasi militer, pasukan pertahanan Panama langsung dibubarkan dan presiden terpilih Guillermo Endara dilantik untuk menjadi presiden menggantikan rezim junta militer sebelumnya.
Ironisnya, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Negara-Negara Amerika hanya bisa mengutuk invasi tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional tanpa menjatuhkan sanksi apa pun kepada Paman Sam.
Demikian pula alasan sama yang dipakai Trump untuk menginvasi negeri produsen minyak terbesar di dunia sekaligus menghukum Presiden Venezuela Nicholas Maduro atas keterlibatannya dalam berbagai operasi penyelundupan obat bius ke daratan AS pekan kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: