CFU Gaming Tumbangkan Boostgate Esports 2-0 di Swiss Stage M7 World Championship 2026
Statistik Swiss Stage Match 21 M7 World Championship CFU Gaming VS Boostgate (BGT). --MPL
HARIAN DISWAY — Tim e-sport asal Kamboja, CFU Gaming (CFU) berhasil menyingkirkan Boostgate Esports (BGT) dari Swiss Stage Mobile Legends Bang Bang (MLBB) M7 World Championship dalam pertarungan penting yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026.
Detik-detik awal Swiss Stage sendiri dimulai sejak 10 Januari, dengan Boostgate memulai kampanye mereka setelah lolos dari fase Wild Card, namun rute mereka di babak utama berakhir lebih cepat dari prediksi.
Pada pertandingan pertama antara CFU dan BGT, kedua tim memulai dengan ritme yang relatif seimbang, meskipun Boostgate sempat terasa dominan di fase awal.
Statistik Swiss Stage sebelumnya menunjukkan Boostgate cukup agresif di map, terutama lewat pemain seperti Eksi, tetapi tekanan dari tim yang lebih pengalam seperti CFU segera memaksa kesalahan drafting (proses pemilihan hero yang akan dimainkan) serta eksekusi strategi tim Turki itu.
BACA JUGA:M7 World Championship 2026, Alter Ego dari Indonesia Tekuk Black Sentence Esports
BACA JUGA:Mobile Legends M7 World Championship 2026: Tim EVIL Pilih Hero di Luar Meta, Tundukkan DYFG
Dalam Game 1, BGT memainkan draft agresif dengan Leomord di lini belakang serta dukungan hero lain yang bertujuan menekan di early game. Namun CFU dengan draft yang stabil mampu menahan tekanan tersebut dan memaksa Boostgate untuk bermain reaktif.
Detik-detik mid-game menjadi krusial ketika CFU mengambil keuntungan objektif seperti Turtle pertama dan mulai unggul dalam gold serta peta. Skor akhir Game 1 menunjukkan CFU menang dengan efektif mengamankan momen penting, memaksa BGT kehilangan momentum keseluruhan.
Meskipun detail KDA lengkap Game 1 tidak banyak dipublikasikan, data turnamen umum menunjukkan tim yang bisa mengontrol objektif dan tempo permainan sejak fase kedua pertandingan cenderung mampu mengunci kemenangan.
Kombinasi draft yang kuat serta disiplin rotasi menjadi kunci CFU mematahkan rencana agresif Boostgate tersebut.
BACA JUGA:Piala Dunia Mobile Legends M7: Tim Indonesia Ungguli Turki Dalam Swiss Stage 1

CFU Gaming tampak bermain agresif di game kedua dengan menarget Pharsa. --MPL
Pada Game 2 yang ditampilkan di gambar, CFU kembali menunjukkan kualitas permainan yang superior. Dalam waktu singkat, CFU mampu mendominasi jalannya permainan sejak menit awal hingga akhir. Skor menunjukkan kemenangan telak 16–6 dalam waktu 13:09, sebuah durasi relatif singkat untuk level kompetitif Swiss Stage.
CFU unggul dalam pengamanan Turtle dan Lord, indikator penting momentum di Mobile Legends. Mereka memimpin 7–0 dalam turret control dan unggul dalam objektif lain seperti Lord serta turret yang lebih cepat dihancurkan.
CFU mengamankan total 43,7 ribu gold, unggul jauh dari BGT yang hanya 35,2 ribu gold. Selisih ini memberi CFU ruang lebih besar dalam itemisasi dan kekuatan team fight.
Pemain seperti Detective (Joy) menjadi sentral dalam strategi CFU, terutama karena perannya dalam mengunci salah satu hero kunci lawan. Yaitu Pharsa yang dimainkan oleh Identity dari BGT.
BACA JUGA:Mobile Legends Melaju sebagai Turnamen Besar di Ruang Publik, Masihkah Gim Aman bagi Anak?
BACA JUGA:Didampingi Guru, Pelajar SD dan SMP Ikuti Turnamen Mobile Legends di Tunjungan Plaza Surabaya
Fokus CFU untuk locking Pharsa terbukti efektif, karena Pharsa merupakan salah satu sumber damage utama BGT. Ketika berhasil dipinggirkan, BGT kehilangan kemampuan output damage jarak jauh yang krusial.
Di sisi lain, beberapa pemain BGT mengalami kesulitan menjalankan rencana mereka. Eksi (Poveus) di Exp Lane dan Wackter (Gatotkaca) di posisi roamer tampak tidak mampu memberikan dampak besar.
Sebagian alasannya karena mereka terpisah di lane dan tidak mampu bergabung secara efektif dalam rotasi tim. Sebanyak beberapa kali BGT harus kalah dalam team fight akibat positioning yang kurang optimal serta kehilangan objektif kritis.
Secara komposisi hero, CFU memanfaatkan mobilitas dan kontrol peta lebih baik. Detective di Joy memaksimalkan kapasitas burst damage terhadap prioritas target. Bahkan Detective berhasil mendapatkan gelar MVP pada game kali ini.
BACA JUGA:Mid‑Season Cup 2025: Arena Baru Para Raksasa Mobile Legends Bang Bang (MLBB)
BACA JUGA:Mengungkap Kekuatan Zetian, Mage Baru Mobile Legends yang Mengubah Meta

Detective berhasil menjadi MVP pada game kedua CFU Gaming VS Boostgate (BGT) di M7 World Championship. --MPL
Sedangkan pemain lain seperti Oppi dan Xingg berhasil memberikan tekanan laning yang konsisten, memicu keunggulan awal yang kemudian dikonversi menjadi kemenangan cepat.
Dengan hasil 2-0 ini, Boostgate Esports resmi tersingkir dari Swiss Stage M7 setelah masa kampanye singkat namun penuh tekanan. CFU berhasil memperpanjang hidup mereka di turnamen ini.
Sementara BGT harus puas finish di posisi bawah klasemen Swiss Stage. Hal ini menggarisbawahi kerasnya kompetisi M7, di mana tim Wild Card harus bertarung ekstra keras menghadapi tim yang lebih mapan di panggung dunia.
Swiss Stage M7 World Championship 2026 adalah salah satu fase paling kompetitif dalam turnamen tahunan MLBB yang digelar di Jakarta.
BACA JUGA:Mobile Legends: Bang-bang Teacher Ambassador Ajak Guru se-Surabaya Memahami Dunia Gaming Esports
BACA JUGA:Build Sun Paling Efektif di Meta Mobile Legends, Damage Besar dan Sulit Mati!
Format ini mempertemukan 16 tim terbaik dunia dalam sistem Swiss, di mana tim dituntut meraih tiga kemenangan untuk melaju ke Knockout Stage, dan tiga kekalahan berarti tersingkir dari turnamen.
Pertandingan CFU vs BGT menunjukkan dua sisi kompetisi: strategi draft, adaptasi permainan, serta eksekusi objektif menjadi kunci menentukan nasib tim dalam turnamen besar.
BGT, meski sempat lolos dari Wild Card Stage dengan performa impresif, gagal mempertahankan ritme tersebut saat menghadapi CFU yang tampil lebih konsisten, terstruktur, dan siap bereaksi terhadap draft agresif lawan.
CFU sendiri menunjukkan bahwa meski berasal dari region yang tidak selalu menjadi favorit utama, kedisiplinan taktis dan penguasaan objektif mampu menjadi alat untuk menaklukkan lawan yang lebih agresif. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: