PHR Pastikan Temuan Hidrokarbon di Sumur Mustang Hitam-001 Blok Rokan
Sumur Mustang Hitam (MTH)-001 di Desa Libo Jaya, Kabupaten Siak, Riau-Dok.PT PHR-
Kombinasi keduanya selama ini menjadi tulang punggung produksi migas di Blok Rokan.
BACA JUGA:Komitmen Transisi Energi, Pertamina Hulu Rokan Manfaatkan PLTS Untuk Operasional
BACA JUGA:Pertamina Perkuat Distribusi BBM ke Indonesia Timur: Fuel Terminal Tanjung Batu Resmi Beroperasi
PHR saat ini masih melakukan kajian komprehensif untuk menghitung besaran sumber daya dan cadangan yang dapat dikembangkan. Estimasi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan seluruh data subsurface, hasil uji produksi, serta analisis teknis lanjutan.
“Tim eksplorasi dan pengembangan sedang menyiapkan skenario Produksi Awal atau POPE agar discovery ini dapat segera dimonetisasi secara optimal,” kata Suprayitno.
Dari sisi lokasi, Sumur MTH-001 memiliki keunggulan strategis. Sumur ini berada sekitar 3 kilometer dari Lapangan Oki, 4 kilometer dari Lapangan Kokoh, dan sekitar 6 kilometer dari Gathering Station (GS) Libo.
Kedekatan dengan fasilitas produksi eksisting tersebut membuka peluang sinergi dan efisiensi dalam pengembangan lapangan ke depan.
BACA JUGA:Harga BBM Pertamina Terbaru Hari Ini Minggu 4 Januari 2026, Pertamax hingga Dex Turun
Keberhasilan discovery Mustang Hitam-001 semakin menegaskan komitmen PHR dalam menjalankan eksplorasi berkelanjutan di Central Sumatra Basin. Di tengah tantangan penurunan alamiah produksi lapangan tua, Blok Rokan tetap diproyeksikan sebagai tulang punggung produksi migas nasional.
PHR akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi dan pengembangan migas secara prudent, berbasis data, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keberlanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung target produksi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
PT Pertamina Hulu Rokan merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola kegiatan usaha hulu migas di Regional 1 Sumatra, dari Aceh hingga Sumatra Selatan.
Pada 2025, PHR menyelesaikan restrukturisasi organisasi dengan mengintegrasikan Zona 1, Zona Rokan, dan Zona 4 ke dalam satu struktur Regional 1. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung program swasembada energi nasional.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: