Banjir Rendam Pekalongan, Ribuan Warga Mengungsi
banjir juga merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pemalang, dan Pekalongan, Jawa Tengah pada Minggu, 18 Januari 2026.--BNPB
HARIAN DISWAY - Banjir akibat limpasan Sungai Bremi dan cuaca ekstrem masih merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Hingga Senin 19 Januari 2026, Banjir masih merendam pemukiman warga, menyebabkan sejumlah aktivitas lumpuh dan warga terpaksa harus mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mencatat sebanyak 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dan 2.400 diantaranya mengungsi akibat banjir tersebut. Warga mengungsi di empat kecamatan, yakni Pekalongan Timur, Pekalongan Barat, Pekalongan Selatan, dan Pekalongan Utara.
BACA JUGA:Banjir di Pekalongan Ganggu Perjalanan Kereta Api, DJKA Turunkan Lokomotif Penolong
BACA JUGA:Banjir Rendam Pati, Jepara, dan Kudus, Ribuan Rumah Terdampak
Kepala Pelaksanaan Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, mengatakan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang mengguyur wilayah Pekalongan sejak Minggu 18 Januari 2026 malam hingga senin dini hari.
Hujan yang disertai angin kencang itu tumpah hingga ke bagian Selatan pekalongan, hingga menyebabkan daya tampung daerah aliran sungai tidak mampu menahan debit air.
BACA JUGA:Banjir Sumatera dan Ujian Nyata Keuangan Berkelanjutan Indonesia
BACA JUGA:Pupuk Indonesia Salurkan Bantuan Pascabanjir di Aceh Utara, Total Rp24 Miliar Digelontorkan
"Hujan terjadi cukup lama dan merata, termasuk di wilayah selatan. akibatnya, daya tampung sungai penuh, dan air melimpas ke wilayah kota yang secara kontur lebih cekung." ujar Budi dalam kondisi terkini, Senin pagi.
Bedasarkan data BPBD, genangan banjir masih ditemukan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter.
BACA JUGA:Menkeu Kembalikan Dana Efisiensi Rp1,6 Triliun untuk Pemulihan Banjir Aceh
BACA JUGA:Sejumlah KA Tujuan Surabaya–Malang Terlambat hingga 5 Jam Imbas Jalur Pekalongan Tergenang Air
Wilayah terdampak meliputi Jalan Progo, Kurinci, Majapahit, Slamet, Jlamprang, Ki Mangun Sarkono, Patiunus, kawasan Pabean, Kmpung Baru Tirto, hingga Jalan singosari. Kondisitersebut menyebabkan aktivitas warga terganggu, termasuk akses transportasi dan kegiatan ekonomi lokal.
kecamatan Pekalongan Barat tercatat sebagai wilayah terdampak paling parah. Di sejumlah kelurahan seperti Tirto, Podosugih, Sapuro Kebulen, dan Bendan Kergon, ketinggian air mencapai hingga 80 sentimeter.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: