Tren Media dan Komunikasi 2026 (1): Berbasis Data untuk Future Practices

Tren Media dan Komunikasi 2026 (1): Berbasis Data untuk Future Practices

ILUSTRASI Tren Media dan Komunikasi 2026 (1): Berbasis Data untuk Future Practices.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BACA JUGA:Robohnya Media Massa Kami

BACA JUGA:Masa Depan Media Massa Indonesia: Dari Krisis Menuju Transformasi

CERMAT DAN CERDAS MENYIMAK DATA DEMOGRAFI

Jika kita melihat data demografi penduduk Indonesia 2010 dan data proyeksi 2045, akan terlihat beragam perubahan yang cukup signifikan. Jumlah penduduk terus berubah dari 238,5 juta menjadi 318,7 juta, terjadi penambahan 80,2 juta. 

Penduduk yang akan tinggal di kota juga akan meningkat pesat dari semula 49,9 persen akan menjadi 69,1 persen. 

Ada peningkatan hampir 19,2 persen. Angka persentase itu cukup signifikan lantaran pada 2025 angka peduduk yang tinggal di kota masih sebesar 59,5 persen. 

Jumlah penduduk usia tua juga akan meningkat drastis dari 11,9 juta menjadi 42,8 juta, ada kenaikan drastis sekitar 30,9 juta. 

BACA JUGA:Digitalisasi yang Mengubah Industri Media: Adaptasi atau Mati?

BACA JUGA:Media Jurnalistik Berguguran di Negara Demokrasi

Jika melihat komposisi generasi dalam struktur demografis Indonesia 2020, itu bisa menjadi gambaran awal mulai post gen z sebesar 10,88% , gen z sebesar 27,94%, gen milenial sebesar 25,87%, gen x sebesar 21,88%, dan gen BBM sebesar 11,56% serta gen post BBM sebesar 1,87%. 

Angka dan persentase itu harus terus dicermati jika ingin melihat ceruk dan peluang kini dan masa depan. 

Dalam konteks komunikasi dan media, kita bisa mencermati angka akses dan kepemilikan smartphone untuk melihat habit dan perilaku komunikasi penduduk masa depan. 

Total jumlah penduduk Indonesia saai ini ada di kisaran 286,69 juta, tetapi jumlah akses HP melebihi 356 juta. Data dari GSMA Intelligence menunjukkan bahwa terdapat 356 juta koneksi seluler di Indonesia. 

Angka itu setara dengan 125 persen dari total populasi. Kemudian, setelah 2025, diperkirakan lebih dari 90 persen populasi akan menggunakan mobile smartphone. Hal itu menunjukkan adanya dominasi penggunaan smartphone sebagai perangkat utama untuk akses komunikasi digital. 

Pasar smartphone Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan positif dan signifikan. Hal itu didorong oleh perubahan transaksi online dan penguatan segmen kelas menengah ke bawah serta strategi diskon menarik sehingga angka pembelian smartphone diprediksi akan terus meningkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: