Krisis RAM dan SSD, Harga Laptop Melejit Tahun 2026, Saatnya Beli?

Krisis RAM dan SSD, Harga Laptop Melejit Tahun 2026, Saatnya Beli?

Kenaikan harga RAM dan SSD buat lonjakan dunia konsumen laptop--Freepik

HARIAN DISWAY— Dunia teknologi kini menghadapi kenaikan harga komponen memori, seperti RAM SSD, yang diprediksi guncang pasar laptop dan PC sepanjang tahun 2026.

Lonjakan harga bukan sekadar rumor, tapi sudah tercermin dalam pasokan yang menipis akibat permintaan besar dari AI pusat data skala besar, yang menyerap DRAM NAND flash lebih banyak dibanding tahun sebelumnya.

Pasar konsumen kini harus lebih cermat. Produsen memori global lebih prioritaskan kontrak chip untuk produk AI dan server skala, sehingga stok komponen untuk PC dan laptop konsumsi umum makin sedikit mahal.

Akibatnya, komponen memori yang sebelumnya relatif terjangkau kini alami kenaikan harga tajam, bahkan dalam beberapa kasus dua kali lipat dibanding awal 2025. Fenomena ini berdampak langsung pada harga jual laptop dan perangkat serupa di pasar global Indonesia.

BACA JUGA:Spesifikasi Lengkap Laptop HP 245 G10: Performa Andal dan Murah untuk Kebutuhan Harian

BACA JUGA:RAMpocalypse, Krisis RAM Gara-Gara AI Bakal Panjang dan Berlarut, Konsumen Diminta Bersiap

Produsen besar seperti ASUS dilaporkan sudah lakukan penyesuaian harga model tertentu sejak awal 2026 untuk imbangi biaya komponen, sementara analis industri perkirakan harga perangkat baru bisa naik puluhan persen dibanding tahun sebelumnya.

Bagi konsumen awam, kenaikan harga RAM dan SSD berarti biaya laptop baru bakal lebih mahal, terutama untuk model dengan performa tinggi yang dibekali RAM besar dan SSD cepat.

Laptop gaming, workstation untuk desain grafis, hingga ultrabook premium menjadi paling terdampak, dengan kenaikan harga yang bisa mencapai 15–30% dibanding 2025.

Sementara itu, pekerja kreatif dan profesional yang mengandalkan laptop untuk editing video, pemrograman, atau desain 3D juga harus siap menyesuaikan anggaran.

Upgrade RAM atau SSD pada perangkat lama pun ikut terdampak, karena harga modul memori kini melambung, membuat strategi perpanjangan usia laptop menjadi lebih mahal dari biasanya.

Untuk konsumen yang rencanakan beli laptop baru atau upgrade RAM/SSD, kenaikan ini munculkan dilema klasik, antara  beli sekarang sebelum harga meningkat, atau tunggu dengan risiko harga tidak turun dalam waktu dekat.

BACA JUGA:Rakit PC atau Beli Laptop Gaming, Jawabannya Bergantung Kebutuhan

BACA JUGA:Spesifikasi ASUS VivoBook A416JA, Laptop Ringan untuk Pelajar dan Pekerja Kantoran

Strategi belanja cermat tepat, pemilihan waktu pembelian, dan pemahaman tren pasar jadi kunci memasuki tahun yang diprediksi bakal mahal gadget.


RAM SSB yang diduga guncang pasar produsen laptop--Freepik

Tips Cermat untuk Beli Laptop

Analis menyarankan agar konsumen merencanakan pembelian dengan cermat: beli sebelum harga naik lebih tinggi, pilih model dengan RAM/SSD minimal yang bisa diupgrade nanti, atau pertimbangkan alternatif seperti laptop refurbished resmi yang tetap bergaransi.

Untuk gamer, kenaikan harga RAM dan SSD memunculkan dilema tersendiri. Game modern menuntut spesifikasi tinggi, sehingga menunda pembelian bisa membuat biaya akhir lebih besar. Namun, membeli sekarang juga berarti harus siap merogoh kocek lebih dalam dibanding tahun sebelumnya.

Saatnya Beli atau Tunggu?

Intinya, kenaikan harga RAM dan SSD di 2026 adalah fenomena global yang tidak bisa dihindari konsumen Indonesia.

Membeli sekarang bisa jadi strategi untuk mengamankan harga terbaik sebelum lonjakan berikutnya, tapi menunda juga bisa memberi waktu mencari promo atau paket bundling menarik.

Kuncinya adalah pahami kebutuhan, lakukan perbandingan harga, dan pilih strategi belanja yang paling masuk akal bagi kantong. (*)

 *)Mahasiswa magang dari Prodi Akidah dan Filsafat Islam UINSA.

 

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kanakomputer