Sektor Keuangan Jadi Penopang Optimisme Ekonomi Jatim 2026

Sektor Keuangan Jadi Penopang Optimisme Ekonomi Jatim 2026

Gelaran Misi Dagang dan Investasi membuka peluang pasar baru antar pulau -Pemprov Jatim-

Menurutnyi, aktivitas transaksi saham menunjukkan penguatan signifikan. Total transaksi saham di Jatim pada November 2025 mencapai Rp51,8 triliun atau melonjak lebih dari 100 persen y-o-y. 

OJK menilai tren ini bukti membaiknya persepsi investor terhadap prospek ekonomi dan dunia usaha. Tren tersebut berpotensi lanjut tahun ini seiring stabilnya kondisi makro dan kebijakan ekonomi yang akomodatif.

Selain itu, perkembangan securities crowdfunding (SCF) dinilai mampu menjadi alternatif pembiayaan bagi pelaku usaha. “Utamanya UMKM dan startup, yang pada akhirnya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah,” imbuhnyi.

Perbankan Siap Dorong Pembiayaan 2026

Dari sektor perbankan, ruang pertumbuhan kredit pada 2026 dinilai masih terbuka. Hingga November 2025, kredit perbankan di Jatim tercatat Rp623 triliun dengan likuiditas yang sangat memadai. 

Loan to Deposit Ratio (LDR) yang relatif moderat menunjukkan masih adanya ruang bagi perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit secara selektif.

BACA JUGA:OJK Dorong Program Koperasi Desa Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa dan UMKM

BACA JUGA:OJK Targetkan 50 Persen Perusahaan Asuransi Syariah Kembangkan Produk untuk Industri Halal pada 2027

Struktur permodalan perbankan cukup kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) di atas 31 persen. Pencapaian itu menjadi modal penting bagi perbankan dalam menghadapi risiko dan mendorong pembiayaan sektor produktif. 

“Kredit investasi dan konsumsi diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan, seiring berlanjutnya pembangunan infrastruktur dan pemulihan daya beli masyarakat, “ kata Yunita.

Meski begitu, OJK menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Sebab, ada proses normalisasi kualitas kredit pasca restrukturisasi serta potensi risiko dari perlambatan ekonomi global.

BACA JUGA:Tutup Misi Dagang 2025 di Batam, Jatim Raup Komitmen Tertinggi Tahun Ini

IKNB dan Fintech Perluas Akses Pembiayaan

Yunita menambahkan Industri keuangan nonbank (IKNB), termasuk asuransi, dana pensiun, pembiayaan, dan fintech peer-to-peer lending, juga diproyeksikan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi Jatim 2026. 

“Pertumbuhan aset dana pensiun dan perbaikan kinerja asuransi menunjukkan daya tahan sektor ini dalam mendukung pembiayaan jangka panjang,” jelasnyi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: