'Si Pitung dari Madiun': Realitas Sosial Berbeda dengan Realitas Politik-Hukum
ILUSTRASI 'Si Pitung dari Madiun': Realitas Sosial Berbeda dengan Realitas Politik-Hukum.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Agenda ke depan adalah mendesak media massa untuk lebih berani menyajikan laporan yang mendalam (in-depth) dan berimbang. Media tidak hanya menjadi pengeras suara bagi pencapaian seremonial, tetapi juga menjadi pembedah kebijakan yang kritis.
Bagi audiens, penting untuk memiliki jarak kritis terhadap apa yang tersaji di layar gawai atau televisi. Jangan mudah terpesona oleh polesan citra.
Sebab, korupsi yang paling berbahaya sering kali tidak dilakukan oleh mereka yang terlihat jahat, tetapi oleh mereka yang tampak paling berjasa di mata kita.
Akhirnya, kita belajar bahwa realitas hukum memang acap kali dingin dan tanpa ampun, berbeda dengan realitas sosial yang hangat dan penuh perasaan.
Namun, demi demokrasi yang sehat, kita tidak boleh membiarkan perasaan membutakan nalar hukum kita. Wallahua’lam bissawab. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: