Antek Asing

Antek Asing

ILUSTRASI Antek Asing.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

BEBERAPA WAKTU belakangan ini ada war cry yang sering diteriakkan Presiden Prabowo. Di setiap kesempatan, ia sering meneriakkan perlawanan terhadap antek asing. Hampir setiap ada kesempatan, Prabowo menyampaikan peringatannya terhadap bahaya antek asing.

Antek, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah orang atau negara yang diperalat atau dijadikan pengikut orang atau negara lain; kaki tangan; budak. Sebutan itu selalu berkonotasi negatif ketika menempel sebagai adjektiva kepada siapa pun.

Secara semantik, antek berasal dari bahasa Belanda ”handlang” yang berarti pembantu atau kaki tangan, kemudian berkonotasi negatif sebagai pengkhianat atau boneka. Kalau ditambah ”asing”, istilah itu menciptakan dikotomi biner, ”kita” (nasionalis sejati) versus ”mereka” (pengkhianat yang dikendalikan kekuatan luar). 

BACA JUGA:Polemik Kezia Syifa dan WNI Gabung Dinas Militer Asing, Yusril Sebut Kewarganegaraan Tak Otomatis Hilang

BACA JUGA:Pengaruh Budaya Korea Asing terhadap Keberlangsungan Budaya Lokal dan Pendidikan Karakter di Indonesia

Istilah ”antek asing” dalam politik Indonesia bukan sekadar label peyorasi, melainkan konstruksi politis yang membentuk persepsi kolektif melalui framing musuh eksternal.

Teriakan perang itu kembali diutarakan Prabowo di depan 1.200 guru besar dan rektor yang dikumpulkan pada Kamis, 15 Januari 2025. Lazimnya dalam pertemuan presiden dengan sebegitu banyak orang paling cerdik pandai di negeri ini, akan ada dialog yang bernas. 

Publik berharap ada argumen yang sengit dari para profesor itu dengan presiden. Namun, ternyata hal tersebut tidak terjadi. Publik tidak mengetahui apa pun mengenai pertemuan itu. Semuanya dilakukan di balik tembok yang tertutup.

BACA JUGA:Resiliensi Perguruan Tinggi Indonesia di Tengah Hadirnya Kampus Asing

BACA JUGA:Menyikapi Kehadiran Perguruan Tinggi Asing

Pertemuan itu disebut sebagai taklimat. Istilah tersebut sekarang mulai sering dipakai Prabowo. Menurut KBBI, taklimat adalah perbuatan atau peristiwa pemberian arahan atau informasi yang tepat, seperti pengarahan dari atasan kepada karyawannya. 

Jadi, bisa dimaklumi mengapa tidak ada profesor yang buka suara karena acara itu bukan dialog, melainkan taklimat alias pengarahan.

Pada kesempatan itu, Prabowo kembali mengingatkan bahaya antek asing. Kali ini ia terang-terangan menuding majalah Tempo sebagai antek asing.  Prabowo menuding pihak asing berada di balik pendanaan Tempo. Prabowo meminta para guru besar mendukung pemerintah dalam menangkal masuknya intervensi asing. 

Selama ini publik sudah mafhum bahwa PT Info Media Digital (IMD), anak perusahaan Tempo, menerima pendanaan dari Media Development Investment Fund (MDIF). Organisasi yang berbasis di Amerika Serikat itu didanai George Soros Economic Fund. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: