Cerita Dari Rusia (1): Suzdal, Cermin Peradaban Lampau

Cerita Dari Rusia (1): Suzdal, Cermin Peradaban Lampau

Delman khas Rusia berjalan di depan latar Suzdal, Kremlin, museum raksasa yang menyimpan sejarah peradaban lampau.-@ccesar_v-Instagram

Pengalaman tak terlupakan saat saya menghadiri School of Young Futurologist (SYF) 2025. Ajang itu diselenggarakan oleh Knowledge Hub dari Russia State University of Humanities (RSUH) Moskow. Acara tersebut berlangsung selama 3 hari. Pada hari pertama, saya berkesempatan menyusuri Kota Tua Suzdal.

Dari Indonesia, saya berangkat pada 29 Desember 2025. Transit di Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Selama 8 jam lamanya.

Kemudian dengan maskapai Etihad, saya menuju Bandar Udara Internasional Sheremetyevo Alexander S. Pushkin.

Sebagai dosen Hubungan Internasional di FISIP UNAIR, saya mendapat undangan itu dari sobat karib di Jakarta.

BACA JUGA:Lebih Dekat dengan Keunikan Budaya Meksiko: Frida Kahlo, Tequila, dan Pasar Loak

BACA JUGA:5 Negara Asia Tenggara yang Aman Dikunjungi Saat Libur Nataru 2026

Namanya Fauzan Al Rasyid. Ia bekerja untuk Russian Today. Rasyid yang merekomendasikan saya untuk dapat berpartisipasi di dalamnya. 

Saya mewakili Indonesia bersama dua orang delegasi lain. Yakni dosen Sastra Rusia dari Universitas Indonesia Puspita Atirennu. Seorang lagi adalah Maryati Burhanudin, pendiri Politeknik Digital Indonesia di Serang.


Suasana jalanan Moskow ketika malam. Suhunya mencapai satu derajat.-Probo Darono Yakti-

Kami sampai di Bandar Udara Internasional Sheremetyevo Alexander S. Pushkin pada pukul 21.30 waktu setempat.

Pengecekan imigrasi dilakukan dengan antrean cukup panjang. Mereka menggunakan stempel manual pada paspor. Tidak menggunakan alat pemindai paspor. 

BACA JUGA:Tiga Ibu Kota Kuno di Jalur Sungai Kuning: Menyusuri Jejak Peradaban Tiongkok dari Shang hingga Song

BACA JUGA:Panduan Lengkap Umrah Backpacker: Regulasi, Risiko, dan Tips Perjalanan Aman

Kami dijemput panitia. Di bandara itu, kami bertemu dengan peserta lain. Seorang dari Tiongkok bernama Xinjie Dong. Seorang lagi dari Kazakhstan. Namanya Ilyas. Kami diantar menuju hotel menggunakan mobil berpemanas. 

Malam di Moskow. Bulir-bulir salju turun. Memadat di sepanjang jalan. Suhu 1 derajat merasuk sampai ubun-ubun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: harian disway