Cerita Dari Rusia (1): Suzdal, Cermin Peradaban Lampau
Delman khas Rusia berjalan di depan latar Suzdal, Kremlin, museum raksasa yang menyimpan sejarah peradaban lampau.-@ccesar_v-Instagram
BACA JUGA:Travel Journaling: Cara Kreatif Menyimpan Kenangan Perjalanan yang Lebih Berkesan
BACA JUGA:Wajah Baru Newfoundland dan Labrador, Infrastruktur Raksasa Buka Akses Esberg
Benteng itu kemudian dipugar pada tahun 1689 oleh Dmitry Pozharsky, seorang purnawirawan militer yang menjadi filantropi. Ia berjasa pada perang Polandia-Rusia pada medio 1608-1642.
Di areal luar dari tembok biara tersebut, tampak panorama kota Suzdal dari kejauhan. Destinasi kami berikutnya adalah museum seni kayu tradisional. Beberapa arsitektur kuno di museum itu memang terbuat dari kayu.
Pada museum yang didirikan pada tahun 1968 tersebut, terdapat berbagai bangunan berarsitektur kayu. Semuanya berasal dari segala penjuru Kota Suzdal. Diangkut dan dipindahkan ke areal museum tersebut yang sangat luas.
Bangunan pertama adalah Gereja Transfigurasi yang dibangun pada pertengahan abad ke-18. Sebelumnya, gereja itu terketak di Desa Kozlyatyev. Disusul dengan Gereja Kebangkitan dari Desa Patakino yang dibangun pada tahun 1756.
BACA JUGA:Swedia dan Wisata Sleep Tourism, Manfaatkan Pesona Alam dan Musim Dingin
BACA JUGA:Menjelajahi Pulau Man dengan Kereta Gunung Klasik, Hidupkan Romantika Masa Lalu
Kemudian ada replika rumah yang dimiliki oleh warga Suzdal masa lampau. Seperti rumah petani dengan ekonomi menengah ke bawah. Juga rumah orang-orang dari kalangan menengah ke atas.
Mereka dulu tinggal dengan sangat komunal. Dalam replika itu didemonstrasikan pula bagaimana rupa dapur, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, hingga loteng yang dilengkapi penghangat ruangan tradisional.

Gereja Lazarus di Suzdal. Diperkirakan dibangun pada abad ke-10 Masehi.-@ccesar_v-Instagram
Bedanya, rumah orang kaya masa lalu di Suzdal memiliki ornamen yang detail. Tapi satu hal yang memantik perhatian saya. Bahwa mereka juga mengenal seni tenun. Dibuat dengan alat tenun lokal. Bukan mesin.
Seusai peziarahan singkat tersebut, kami menuju ke lokasi hotel tempat kami menginap dan berkegiatan selama 3 hari. Yakni Pearl Hotel of Golden Ring.
BACA JUGA:Fakta Menarik Finlandia, Negara Terbahagia di Dunia dengan Destinasi Wisata Unik
BACA JUGA:Ski Portillo, Surga Musim Dingin di Pegunungan Andes
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: harian disway