Pemerintah Targetkan Bangun 5.000 Desa Nelayan Terintegrasi Hingga Tahun 2029
Kampung Nelayan di Desa Samber Binyeri, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Pemerintah akan teruskan pembangunan desa-desa nelayan dengan target 5.000 titik hingga 2029 -Kampung Nelayan Merah Putih KKP-
HARIAN DISWAY - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan pembangunan 5.000 desa nelayan hingga tahun 2029.
Pemerintah berharap dengan adanya program ini, nelayan dapat mengakses ekosistem perikanan secara terintegrasi meliputi kapal tangkap, dermaga, stasiun, pengisian bahan bakar kapal, hingga fasilitas pendingin untuk penyimpanan hasil perikanan.
"Dalam empat tahun mendatang, kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan akan kita bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bikin kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan," kata Prabowo dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 pada Jumat, 13 Februari.
Program tersebut dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini dengan target pembangunan 1.000 desa nelayan di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan hingga 2029, Dilengkapi Pabrik Es
BACA JUGA: Prabowo Ingin Bangun 5.000 Desa Nelayan dalam 4 Tahun

Rencananya, setiap desa akan menaungi ratusan hingga ribuan nelayan yang tergabung dalam koperasi untuk mempermudah akses ke berbagai fasilitas yang tersedia. Meskipun begitu, fasilitas tersebut tidak akan diberikan secara gratis, melainkan dapat diakses melalui skema kredit ringan lewat koperasi.
Tenor yang ditawarkan pun cukup panjang, yakni mencapai 10 hingga 12 tahun. Hal ini dilakukan untuk memastikan beban cicilan tidak memberatkan para nelayan.
"Jadi, ekonomi yang kita jalankan bukan ekonomi handout (diberi cuma-cuma,Red). Yang kita akan bangun ini semua sudah ada dalam anggaran kita bertahun-tahun," jelas Prabowo.
Menurut penilaian Prabowo, kebijakan ini sangat krusial karena perhatian terhadap kelompok nelayan masih tergolong minim. Ia menekankan peran besar nelayan sebagai penyedia sumber protein utama yang menyokong ketahanan pangan untuk masyarakat Indonesia.
BACA JUGA: Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara
BACA JUGA: Prabowo Gelar Sarasehan Ekonomi Indonesia Economic Outlook Jumat Ini
"Belum pernah mereka dapat kesempatan ini. Banyak yang menangis di pulau-pulau terpencil. Sekarang kita hadir, kita memberikan harapan ke depan," tambahnya.(*)
*) Peserta Magang dari Universitas Trunojoyo Madura
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: