Sekolah Tetap Masuk Selama Ramadan, Dapat Diskon 10 Menit Setiap Jam Pelajaran

Sekolah Tetap Masuk Selama Ramadan, Dapat Diskon 10 Menit Setiap Jam Pelajaran

Wali Kota Eri Cahyadi berkunjung di kegiatan siswa SMP di Bulan Ramadan 2025.-Pemkot Surabaya-

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Pemkot bakal rombak jam pelajaran siswa SD dan SMP selama bulan Ramadan, Senin 16 Februari 2026. 

Durasi per mata pelajaran bakal dipangkas. Langkah itu dilakukan mengacu pada Surat Edaran (SE) bernomor. Nomor 400.1/857/SJ Tahun 2026 tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 H/2026. Yang ditandatangani langsung oleh tiga menteri. Yakni Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Menteri Agama Republik Indonesia, serta Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan aturan tersebut mulai berlaku pada 23 Februari hingga 14 Maret mendatang.

Untuk SD durasi satu pembelajaran selama Ramadanakan berlangsung selama 25 menit. Dari sebelumnya 35 menit untuk satu jam pelajaran. 

BACA JUGA:Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadhan, Begini Mekanismenya

BACA JUGA:TKA SD Digelar April 2026, Mendikdasmen: Digeser karena Ramadhan

Sementara jenjang SMP durasinya menjadi 30 menit. Dari waktu normal 40 menit untuk satu jam mata pelajaran. 

”Aturan ini juga berlaku untuk pendidikan non-formal. Seperti SKB dan PKBM,” kata Febri Senin siang. 

Pemotongan jam belajar ini dilakukan pemerintah untuk mendukung anak selama menjalani puasa di bulan Ramadan. Sehingga kegiatan pembelajaran diharapkan tak hanya fokus di sekolah. Tapi juga di rumah dan lingkungan masing-masing. 

Selain memangkas jam pelajaran, Pemkot untuk meminta sekolah mengarahkan pembelajaran selama Ramadan tak hanya fokus pada pelajaran akademik saja. Namun, ditambah dengan materi memperkuat iman dan takwa. 

”Bagi siswa muslim, kegiatan di sekolah bisa diisi dengan tadarus Al Qur'an. Maupun pesantren kilat,” katanya. Sementara bagi siswa non-muslim, mendapatkan ruang yang sama untuk mendapatkan bimbingan rohani sesuai kepercayaan masing-masing.

Febri juga mendorong agar orang tua juga memantau pembelajaran dan menguatkan pendidikan anak pada awal ramadhan. Meski ada waktu libur mulai 18-21 Februari ini, orang tua diminta tetap membimbing anak selama proses pembelajaran di rumah. (*)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: