Mari Menormalkan Kritik lewat Budaya
ILUSTRASI Mari Menormalkan Kritik lewat Budaya.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Budaya juga menjadi medium penting karena mampu menjangkau lapisan masyarakat yang tidak tersentuh wacana akademik atau jargon kebijakan. Budaya bekerja di ranah rasa, karya, dan karsa sehingga kritik menjadi lebih membumi, lebih mudah dipahami, dan lebih sulit diabaikan.
Sudah saatnya kita meninggalkan budaya “asal bapak senang” yang selama ini diwariskan untuk membungkam kritik. Kita perlu merawat apa yang penulis sebut: ora mingkem lan ora wedi nyuara.
Alias, tidak diam dan tidak takut bersuara sebagai etos berdemokrasi. (*)
*) Ilham Baskoro adalah mahasiswa Fasttrack Magister Kajian Sastra dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga.
*) Muhammad Zhafran Prasatya adalah siswa SMAN 15 Surabaya, Duta Budaya Libels, dan founder Club Pelestarian Sastra dan Budaya Jawa SMAN 15 Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: