Pembunuhan Brutal di Dusun Seriwang, Lampung: Akibat Dendam Kesumat
ILUSTRASI Pembunuhan Brutal di Dusun Seriwang, Lampung: Akibat Dendam Kesumat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
Dendam kesumat Muhammad Alim, 24, terhadap Resa Anggara, 25, sangat brutal. Korban ditembak senapan angin pada jarak semeter, kena kuping, jatuh ke tanah, diakhiri digorok hingga trakea (tenggorokan) putus total di Dusun Seriwang, Lampung, Sabtu, 28 Februari 2026.
DENDAM kesumat adalah perasaan sangat benci seseorang terhadap orang lain. Frasa kesumat menggambarkan kebencian mendalam. Ketika dilampiaskan dalam bentuk agresi, kejadiannya bisa sangat brutal.
Kebrutalan Alim terhadap Resa terlalu berat dideskripsikan di bulan Ramadan sekarang. Intinya, batang tenggorokan korban putus total akibat disembelih golok 30 sentimeter yang dibawa pelaku sejak dari rumah. Pun, itu terjadi tak jauh dari ayah korban.
Kejadiannya di kebun milik Zami di dusun tersebut. Resa dan ayahnya bekerja kepada Zami sebagai tukang pembersih kebun.
BACA JUGA:Pembunuhan di Kebun Karet Desa Gaung Asam, Sumsel: Cara Urai Kebohongan
BACA JUGA:Pembunuhan di Bandung, Pelaku Bakar Hangus Korban: Sulit Musnahkan Manusia
Kasatreskrim Lampung Barat Iptu Rudy Prawira kepada wartawan, Minggu, 1 Maret 2026, mengatakan bahwa polisi tiba di TKP karena mendapat laporan warga. Saksi mata tahu identitas pelaku. Tim polisi mengejarnya hingga tertangkap.
Rudy: ”Kejadian bermula Sabtu pagi (28 Februari 2026) korban berangkat dari rumahnya naik motor memboncengkan ayahnya. Ayah dan anak itu sama-sama bekerja di kebun milik Zami. Mereka berangkat membawa mesin pemotong rumput.”
Tiba di lokasi, motor diparkir di pinggir kebun. Resa membawa mesin pemotong rumput ke tengah kebun. Ayahnya menyabit rumput. Jarak antar-mereka bekerja sekitar 100 meter. Tidak bisa saling melihat karena tertutup rumput ilalang.
BACA JUGA:Pembunuhan Jukir oleh Jukir di Cilangkap, Depok: Dipicu Tunggak Utang
BACA JUGA:Pembunuhan Pelacur Hamil di Lendosis, Palembang: Terakhir, Salim ke Suami
Sekitar pukul 12.00 WIB datanglah Alim dengan naik motor ke situ. Ia tidak melewati titik tempat ayah Resa bekerja. Ia melewati jalan lain yang langsung berdekatan dengan Resa. Begitu berada di dekat Resa yang jongkok memotong rumput, Alim langsung beraksi.
Rudy: ”Diawali dengan tembakan senapan angin jenis gejluk, lalu dilanjutkan dengan tebasan golok.”
Senapan angin gejluk adalah senapan laras panjang untuk berburu. Nama aslinya pre-charged pneumatic (PCP). Sebelum digunakan, senapan itu harus dipompa dengan pompa kaki bawaan, posisinya bagian bawah senapan. Warga lokal menyebutnya gejluk karena harus digejluk (pompa) sebelum ditembakkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: