Di Balik Buka Puasa Istana, Prabowo Ajak Ulama dan Pimpinan Ormas Islam Bahas Isu Global
Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara silaturahmi bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Merdeka, Jakarta.-Sekretariat Presiden-
HARIAN DISWAY – Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para ulama, kiai, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Pertemuan tersebut diawali dengan agenda berbuka puasa bersama dalam suasana hangat.
Momen kebersamaan tersebut juga dibagikan Prabowo melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan itu, ia memperlihatkan suasana berbuka puasa di meja bundar bersama para tokoh agama yang hadir di Istana Merdeka.
“Berbuka puasa bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar, Ketua Umum Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Anwar Iskandar di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis,” tulis Prabowo.
Melalui unggahan tersebut, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa kepada umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah Ramadan. Ia berharap bulan suci ini menjadi momen penuh keberkahan bagi seluruh masyarakat.
BACA JUGA:Gus Yahya: Presiden Serius Dorong Perdamaian Timur Tengah, Indonesia Siap Jadi Mediator
BACA JUGA:Prabowo Janji Keluar dari BoP Jika Palestina Tak Dibantu Merdeka dari Israel
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga ruang diskusi antara pemerintah dan para pemimpin umat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis turut dibicarakan, termasuk perkembangan geopolitik global yang saat ini menjadi perhatian dunia.
Sebanyak 121 tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah di Indonesia hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berkumpul di halaman tengah Istana Merdeka untuk mengikuti rangkaian acara yang berlangsung dalam suasana santai namun penuh makna.
Pertemuan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk terus menjaga komunikasi dengan para ulama dan pimpinan organisasi keagamaan. Pemerintah menilai peran tokoh agama penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Bagi Prabowo, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan. Nilai gotong royong dan persatuan dinilai menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah dan para pemimpin umat terus terjaga, sekaligus memperkuat solidaritas nasional di tengah dinamika global yang terus berkembang.(*)
*)Peserta Magang dari Universitas Airlangga
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: