Pendidikan dan Penguatan Karakter Berbasis MBG

Pendidikan dan Penguatan Karakter Berbasis MBG

ILUSTRASI Pendidikan dan Penguatan Karakter Berbasis MBG.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Sementara itu, meski tergolong sumber referensi lama tetapi masih tetap sangat relevan, Grantham-McGregor et all (2007) dalam bukunya, Developmental Potential in The First 5 Years for Children in Developing Countries, menyimpulkan bahwa kekurangan gizi, khususnya anemia, defisiensi besi, terbukti berhubungan dengan rendahnya kemampuan konsentrasi, mudah lelah, serta penurunan performa akademik. 

BACA JUGA:Menuju Model Hybrid Pengelolaan MBG

BACA JUGA:MBG dan Ambisi Generasi Emas 2045

Anak dengan status gizi baik menunjukkan lebih sedikit masalah kesehatan seperti anemia, gangguan konsentrasi, atau kelelahan sehingga lebih mampu mengikuti proses belajar secara aktif.

Beberapa penelitian empiris menunjukkan korelasi positif antara program makan bergizi dan capaian akademik. Salah satunya Nida & Sari (2024) dalam artikelnya, School Meals Program and Its Impact Towards Student’s Cognitive Achievement di Journal of Economics Research and Social Sciences, menemukan bahwa program makanan sekolah (school meals program) berkontribusi langsung pada peningkatan kemampuan kognitif murid. 

Program makan bergizi terbukti berdampak positif terhadap perkembangan skor kognitif pelajar melalui peningkatan konsumsi gizi di sekolah. Temuan itu mendukung argumen bahwa intervensi nutrisi seperti halnya MBG tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga mendukung proses pembelajaran di sekolah.

BACA JUGA:Uji Diskresi Program MBG

BACA JUGA:MBG, Mengawal Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Demikian pula yang disimpulkan Akomolafe et al. (2019) dalam penelitiannya, Impact of School Feeding Programme on Academic Performance of Primary School Pupils yang diterbitkan Journal of School Health. Ia menemukan bahwa murid penerima program makan bergizi menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor tes kognitif dan hasil belajar dibandingkan murid yang tidak menerima intervensi serupa. 

Menurutnya, nutrisi yang cukup akan membantu membantu murid meningkatkan daya ingat jangka pendek dan panjang, memperkuat kemampuan pemecahan masalah, dan menstabilkan emosi dan motivasi belajar.

RELEVANSI MBG DENGAN PENGUATAN KARAKTER

Dalam berbagai kesempatan, Kemendikdasmen menegaskan pentingnya program MBG karena memiliki hubungan timbal balik yang sangat kuat dengan pendidikan dan penguatan karakter, khususnya program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH). 

BACA JUGA:Quo Vadis Kapasitas Kebijakan MBG

BACA JUGA:Solusi Perbaikan MBG

Kemendikdasmen menggarisbawahi bahwa pemenuhan gizi yang baik menjadi fondasi terbentuknya kebiasaan positif, sementara kebiasaan positif tersebut pada gilirannya memperkuat keberhasilan program MBG. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: