Trump Wajibkan Iran Menyerah Tanpa Syarat untuk Akhiri Perang
Presiden AS Donald Trump mensyaratkan Iran menyerah tanpa syarat untuk akhiri perang -Andrew Caballero Reynolds/AFP -
HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mewajibkan Iran untuk menyerah tanpa syarat (unconditional surrender) sebagai satu-satunya hasil yang dapat diterima untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Selain ancaman itu, di waktu bersamaan Trump juga berjanji untuk membantu membangun kembali ekonomi negara tersebut jika Teheran patuh dan menunjuk kepemimpinan baru.
"Tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat!," tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada Jumat, 6 Maret 2026.
Unggahan tersebut muncul saat Israel membombardir target-target di Teheran serta posisi Hizbullah di Beirut. Sementara Menteri Perang AS Pete Hegseth mengatakan bahwa serangan AS terhadap Iran "akan melonjak secara drastis." dalam beberapa waktu ke depan.
BACA JUGA:15 UPDATE Perang Iran vs AS–Israel Hari ke-7 di Timur Tengah
Trump mengatakan bahwa setelah berhasil menumbangkan rezim Republik Islam, AS dan sekutunya akan bekerja untuk membawa Iran untuk bangkit dari ambang kehancuran, menjadikannya lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat secara ekonomi daripada sebelumnya.
Tapi hal ini akan bergantung pada penempatan sosok yang ia sebut sebagai "Pemimpin yang hebat dan dapat diterima."
Sebelumnya, Trump mengatakan keberatan jika Iran mengangkat pemimpin tanpa persetujuannya.
Iran diketahui berencana mengangkat Mojtaba Khamenei, putera dari Ali Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru. “Siapapun pemimpin yang diangkat Iran (tanpa persetujuan Trump,Red) adalah target sah untuk dieliminasi. Tidak perduli sembunyi dimana,” kata Trump dikutip dari Times.
BACA JUGA:Iran Luncurkan Rudal Khoramshahr-4 ke Tel Aviv, Bawa 80 Bom Tandan
Trump menutup pernyataan hari Jumat dengan slogan baru — "MAKE IRAN GREAT AGAIN (MIGA!)". Kalimat ini adalah sebuah pelesetan dari slogan politiknya "Make America Great Again (MAGA)."
Iran sendiri mengisyaratkan keengganan untuk masuk meja perundingan. Media lokal membantah kabar bahwa mereka mengirim pesan pada AS meminta berunding. Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi pada Kamis, 5 Maret menyatakan bahwa negaranya telah menutup pintu negosiasi dengan AS yang ia sebut sebagai musuh.(*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: