'Pintu' Jatuh Prabowo
ILUSTRASI 'Pintu' Jatuh Prabowo.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway -
BISAKAH Presiden Prabowo Subianto jatuh di tengah jalan? Prabowo sendiri sudah menanggapi munculnya suara yang ingin menggantikannya. Bisa, jawabnya. Bisa lewat pemilu. Bisa juga lewat pemakzulan.
Presiden angkat bicara karena kursinya mulai digoyang secara terbuka. Sejumlah aktivis dan akademisi, seperti Saiful Mujani dan Feri Amsari, kecewa berat dengan kinerja pemerintah.
”Kalau ada pemerintah yang dinilai tidak baik, ya, gantilah pemerintah itu,” jawab Prabowo saat rapat kerja pemerintah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 8 April 2026.
Namun, presiden ke-8 RI itu tetap memberikan catatan: bila lewat pemakzulan, harus prosedural. Tahap per tahap. Seperti yang diatur konstitusi.
BACA JUGA:Sayang, Prabowo Tidak Datang
BACA JUGA:Prabowo Baru
Pemakzulan seperti pintu yang kuncinya disimpan di dalam peti yang tertutup rapat. Membuka petinya saja sangat sulit, apalagi membuka pintunya. Itulah gambaran konsolidasi politik formal yang berada di genggaman Prabowo.
Pemakzulan melalaui DPR. Padahal, 80 persen suara di DPR sudah digenggam Prabowo. Hanya PDIP yang belum ”dikuasai”. Itu pun PDIP bermain dua kaki. Artinya, Prabowo berpotensi juga menguasai parlemen 100 persen.
Belum lagi. Bila DPR setuju, harus diuji dulu di Mahkamah Konstitusi (MK). Barulah ke MPR. Berlapis. Jadi, lupakan saja menjatuhkan presiden lewat pemakzulan. Pintunya berlapis. Kuncinya dipegang para ketua umum partai yang menjadi menteri di bawah presiden.
Presiden Gus Dur jatuh lewat pemakzulan. Namun, yang harus diingat, proses saat itu tak berlapis seperti sekarang. Kalau DPR sudah setuju, langsung naik ke MPR. Kalau mayoritas elite parpol sudah setuju, presiden langsung jatuh.
BACA JUGA:Prabowo-Jokowi: Panas Dingin Suksesi
BACA JUGA:Lain Bung Karno, Lain Prabowo Subianto: Sikap Indonesia soal Sanksi IOC
Selain itu, era Gus Dur, sebagian besar pimpinan parpol berkumpul di parlemen. Bukan seperti sekarang, para pimpinan parpol berkumpul di kabinet. Prabowo saat ini mampu mengendalikan para politikus.
Soekarno dan Soeharto juga jatuh di tengah jalan. Keduanya lengser dengan cara berbeda. Juga, berbeda dengan proses kejatuhan Gus Dur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: