Diperiksa KPK, Sudewo Ngaku Rindu Warga Pati: Semoga Pembangunan Lancar

Diperiksa KPK, Sudewo Ngaku Rindu Warga Pati: Semoga Pembangunan Lancar

Sudewo usai diperiksa KPK mengaku rindu warga Pati -fajar ilman-

JAKARTA, HARIAN DISWAY - Setelah menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Bupati Pati nonaktif Sudewo mengungkapkan rasa rindunya kepada masyarakat Kabupaten Pati.

Ia turut menyampaikan salam kepada warga sekaligus berharap agar seluruh program pembangunan di Pati dapat terus berjalan dengan lancar.

“Salam, salam untuk warga Kabupaten Pati. Kangen dengan Kabupaten Pati. Semoga baik-baik saja, pembangunannya lancar,” kata Sudewo saat ditemui usai pemeriksaan di Gedung Merah Putih pada, Kamis 16 April 2026.

BACA JUGA:Ketua DPRD Pati Diperiksa KPK, Kasus Korupsi Sudewo Kian Melebar

BACA JUGA:KPK Telusuri Aliran Dana Pemerasan Sudewo, Aliran Dana Diduga Capai Rp50 Miliar

Ia menyebut kondisinya dalam keadaan baik dan mengajak semua pihak untuk saling mendoakan.

Alhamdulillah saya sehat di sini, mari kita saling mendoakan,” ucap Sudewo.

Sebelumnya, pada Senin 19 Januari 2026, Bupati Pati Sudewo diamankan dalam operasi tangkap tangan oleh KPK.

Ia sempat menjalani pemeriksaan di Polres Kudus, sebelum kemudian dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan pada Selasa, 20 Januari 2026.

BACA JUGA:Capai Rp50 Miliar, KPK Beberkan Aliran Dana Pemerasan Sudewo Cs

BACA JUGA:Penggeledahan Rumah Bupati Pati Sudewo, KPK Sita Uang Tunai Ratusan Juta dan Dokumen Kasus Pemerasan Jabatan Desa

Bersama tiga kepala desa, yakni Abdul Suyono dari Karangrowo, Sumarjiono dari Arumanis, serta Karjan dari Sukorukun, Sudewo telah ditetapkan sebagai tersangka.

Perkara ini berawal pada akhir 2025 ketika Pemkab Pati mengumumkan rencana pembukaan formasi perangkat desa untuk Maret 2026.

Tercatat ada 21 kecamatan, 401 desa, dan 5 kelurahan di Pati, dengan sekitar 601 posisi perangkat desa yang masih kosong.

Saat masih menjabat Bupati Pati, Sudewo diduga memanfaatkan situasi tersebut bersama sejumlah tim sukses dan orang kepercayaannya untuk meminta uang dari para calon perangkat desa.

Di tiap kecamatan, kemudian ditunjuk kepala desa yang masuk dalam tim suksesnya sebagai koordinator kecamatan atau korcam, yang dikenal dengan sebutan Tim 8.

BACA JUGA:Bantah Terlibat Pemerasan Perangkat Desa, Sudewo: Saya Merasa Dikorbankan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: tirto.id