Naung Group Buka Senses di Surabaya, Bidik Segmen Premium Lewat Experiential Dining
Naung Group meluncurkan Senses di Surabaya, mengusung konsep experiential dining dengan bahan lokal dan strategi bisnis terintegrasi.-Tira Mada-Harian Disway-
Dari sisi dapur, Senses mengusung interpretasi modern kuliner Asia. Pendekatan itu menggabungkan teknik kontemporer dengan kekayaan tradisi berbagai daerah.
Corporate Chef Slamet Priyono menekankan keseimbangan sebagai kunci. Ia menyebut rasa, teknik, dan penghormatan terhadap bahan menjadi fondasi utama dalam setiap menu.
Strategi bisnis Senses juga menyasar sisi hulu. Restoran itu menggunakan bahan baku lokal yang diambil langsung dari daerah asalnya.
BACA JUGA:6 Kuliner Seafood Khas Nusantara yang Menggugah Selera
BACA JUGA:5 Kuliner Paling Ekstrem di Dunia yang Jadi Daya Tarik Wisata
Beberapa di antaranya kulat mushroom dari Bangka dan andaliman dari dataran tinggi Karo. Selain itu, program catch of the day menghadirkan ikan segar dari perairan Bali, Madura, dan Gresik.
Pendekatan itu dinilai mampu menjaga kualitas bahan. Di sisi lain, keterlibatan petani dan nelayan lokal membuka peluang ekonomi yang lebih luas.
Senses juga mempersingkat rantai distribusi bahan baku. Langkah itu tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan.
Dalam jangka panjang, strategi tersebut diharapkan mendorong komoditas lokal naik kelas. Permintaan terhadap bahan premium dengan identitas kuat terus meningkat di pasar.
BACA JUGA:Daftar Makanan Tradisional Indonesia yang Sukses Mendunia
BACA JUGA:Mindful Eating, Menikmati Makanan dengan Kesadaran Penuh
Pengembangan konsep Senses turut melibatkan eksplorasi ke berbagai daerah. Tim melakukan riset langsung untuk memahami potensi bahan, budaya kuliner, dan peluang kolaborasi lokal.
Langkah ini menjadi dasar penguatan konsep. Tidak hanya relevan secara pasar, tetapi juga memiliki nilai budaya dan ekonomi.
Sebagai bagian dari portofolio Naung Group, Senses mencerminkan arah bisnis berbasis pengalaman.
Naung Group sendiri dikenal sebagai hospitality collective berbasis gaya hidup. Portofolionya mencakup dining, coffee, bakery, hingga bar culture dan roastery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: