7 Cara Ampuh Atasi Kram Menstruasi Tanpa Obat
7 Cara Ampuh Atasi Nyeri Haid Tanpa Obat, Wanita Wajib Tahu! -Freepik-Magnific
HARIAN DISWAY - Nyeri atau kram perut saat menstruasi kerap membuat aktivitas harian terganggu. Mulai dari sulit fokus bekerja hingga malas beranjak dari tempat tidur.
Kondisi itu dialami hampir semua wanita usia produktif. Meski tingkat keparahannya berbeda-beda pada tiap orang.
Secara medis, nyeri menstruasi disebut dysmenorrhea. Terjadi ketika rahim berkontraksi untuk meluruhkan lapisan dindingnya.
Kontraksi itu dipicu oleh hormon prostaglandin yang kadarnya meningkat menjelang menstruasi.
BACA JUGA:Punggung Sakit Saat Haid? Kenali Penyebabnya dan Solusi Sederhananya
BACA JUGA:5 Rekomendasi Herbal Pelancar Haid yang Efektif
Sehingga rahim berkontraksi lebih kuat dan menimbulkan rasa nyeri. Rasa sakit biasanya muncul sehari sebelum haid. Lalu mereda setelah dua hingga tiga hari.
Kabar baiknya, nyeri menstruasi ringan hingga sedang bisa diredakan. Tanpa harus selalu bergantung pada obat pereda nyeri.
Berikut sejumlah cara yang bisa dicoba di rumah, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Kompres hangat pada perut

Mengompres Air Hangat saat Kram Dapat Menghilangkan Rasa Nyeri -Freepik-Magnific
Cara paling sederhana adalah mengompres perut dengan air hangat. Terapi panas dapat menggunakan bantalan maupun kompres.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Herbal Pelancar Haid yang Efektif
BACA JUGA:Menstruasi Tidak Normal di Usia Muda? Bisa Jadi Gejala Menoragia
Cara tersebut sama efektifnya dengan obat antiinflamasi. Mampu meredakan nyeri haid. Pun, efek sampingnya minim.
Bila tak punya bantalan hangat, mandi air hangat atau menempelkan handuk hangat ke perut juga bisa jadi alternatif.
2. Bergerak aktif, jangan hanya rebahan
Saat kram menyerang, olahraga jadi pilihan yang baik. Aktivitas fisik dapat melepaskan hormon endorfin.
Itu efektif mengurangi nyeri menstruasi. Bahkan berpotensi mengurangi kebutuhan akan obat pereda nyeri.
BACA JUGA:Mengenal 4 Fase Penting dalam Siklus Menstruasi
BACA JUGA:5 Penyebab Perut Bagian Bawah Nyeri tapi Bukan Haid
Jalan kaki santai, peregangan ringan, atau yoga selama 15 menit. Cara itu sudah cukup membantu tubuh lebih rileks.
3. Perhatikan pola makan
Pola makan turut menentukan seberapa parah kram yang dirasakan. Berdasarkan beberapa sumber, penyebab utama nyeri menstruasi diduga adalah peradangan.
Sehingga apa pun yang mampu menguranginya dan memperlancar aliran darah ke rahim berpotensi meredakan gejala.
Karena itu, makanan tinggi omega-3 seperti salmon, kacang kenari, dan biji chia disarankan dikonsumsi selama masa mesntruasi.
BACA JUGA:8 Kondisi Mental Perempuan yang Membuatnya Kelelahan: Bukan Ringkih, Tapi Memang Letih
BACA JUGA:Pentingnya SADARI bagi Perempuan Muda: Deteksi Dini Kanker Payudara untuk Hidup Lebih Sehat
Sementara makanan tinggi gula, garam, dan kafein sebaiknya dikurangi. Karena dapat memperparah kembung dan peradangan.
4. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Bloating atau kembung yang sering muncul menjelang menstruasi bisa diatasi. Yakni dengan cara memperbanyak minum air putih.
Air hangat, khususnya. Itu dipercaya membantu melancarkan aliran darah dan merelaksasi otot. Sehingga kram akibat kontraksi rahim bisa sedikit berkurang.
5. Kelola stres dengan baik
Stres yang menumpuk turut memperparah rasa nyeri saat menstruasi. Lakukan teknik relaksasi sederhana.
BACA JUGA:Cara Mendapatkan Vaksin HPV untuk Perempuan
BACA JUGA:Waspada 4 Bahaya Lemak Berlebih pada Perempuan
Seperti tarik napas dalam, meditasi singkat, atau sekadar mendengarkan musik tenang. Itu bisa membantu tubuh dan pikiran lebih rileks saat kram melanda.
6. Konsumsi obat pereda nyeri bila diperlukan
Bagi yang membutuhkan pertolongan lebih cepat, obat golongan NSAID seperti ibuprofen bisa menjadi pilihan.
Obat itu bekerja dengan menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh. Dan sebaiknya dikonsumsi begitu kram mulai terasa.
7. Kenali kapan harus waspada

Kalender Menstruasi dan Barang-barang kewanitaan-Freepik-Magnific
Meski begitu, nyeri menstruasi yang tergolong normal berbeda dengan nyeri yang perlu diwaspadai.
BACA JUGA:Gejala Serangan Jantung pada Perempuan: Kenapa Sering Tidak Disadari?
BACA JUGA:Perempuan Suka Ngompol? Ini Tip Perawatannya
Sekitar 60 persen wanita mengalami kram ringan saat haid. Sementara 5 hingga 15 persen lainnya melaporkan nyeri yang begitu parah. Hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika nyeri disertai gejala tidak biasa, seperti pendarahan berlebihan, siklus menstruasi yang berubah drastis, atau rasa sakit yang tak kunjung reda meski sudah diobati, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Bisa jadi ada kondisi lain. Seperti endometriosis, fibroid, atau adenomiosis yang perlu ditangani lebih lanjut. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: clevelandclinic