Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen
ILUSTRASI Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen.-AI-
Di saat yang sama, kinerja investasi barang modal (PMTB) dan ekspor juga menunjukkan pertumbuhan positif, PMTB tumbuh 6,87 persen dan ekspor 4,13 persen. Padahal, pada triwulan 1 2026, ekspor nasional hanya tumbuh 0,9 persen.
Pekerja Informal Masih Dominan
Di tengah isu pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor, potret sektor ketenagakerjaan masih menunjukkan angka positif. Pekerja di sektor formal dan informal sama-sama meningkat.
BACA JUGA:Pertahankan Jatim sebagai Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional
BACA JUGA:Swiftonomics, Kutub Baru Pertumbuhan Ekonomi
Pekerja sektor formal pada Februari 2026 mencapai 59,93 juta, meningkat menjadi 60,31 juta (40,7 persen) pada Mei 2026, dan pekerja informal dari 87,74 juta pada Februari 2026 menjadi 87,88 juta (59,3 persen) pada Mei 2026.
Meski daya tampung pekerja pada sektor formal meningkat, pencapaian itu belum mengubah proporsi pekerja formal dan informal cukup signifikan jika dibandingkan dengan tahun 2025. Pada November 2025, pekerja sektor formal masih 42,30 persen dan informal 57,7 persen.
Artinya, dalam satu semester ini, proporsi tenaga kerja informal meningkat 1,6 persen jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu dan proporsi pekerja formal menurun 1,6 persen.
Tantangan ke depan bagaimana kita meningkatkan proporsi tenaga kerja formal jauh lebih besar bila dibandingkan dengan tenaga kerja informal. Kuncinya, memperbaiki iklim usaha di sektor industri dan perdagangan besar serta terus mendorong inklusi pendidikan tinggi.
Masih tingginya gap tenaga kerja formal dan informal itu, saya menduga, berkontribusi pada kenaikan angka kesenjangan sosial (rasio Gini).
Sebagaimana rilis BPS, angka rasio Gini pada Maret 2026 mencapai 0,368, padahal September 2025 di angka 0,363. Kenaikan rasio Gini begitu terasa di perkotaan dari 0,383 menjadi 0,387.
Angka di atas sekaligus menjelaskan mereka yang masih bertahan bekerja di sektor formal lebih bisa bertahan atau bahkan tumbuh karena dukungan berbagai jaminan sosial.
Sebaliknya, yang berada pdaa sektor informal lebih dihadapkan pada peningkatan inflasi pada sektor transportasi, pendidikan, kesehatan, dan bahan makanan.
Saya berharap ada program afirmasi dari pemerintah untuk memberikan berbagai program jaminan sosial, terkhusus ditujukan terhadap para pekerja informal, seperti beasiswa, kemudahan akses BPJS, hingga perluasan lapangan kerja. (*)
*) Said Abdullah adalah ketua Badan Anggaran DPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: