Sekolah Nasional Terintegrasi: Katalisator Pendidikan Bermutu
ILUSTRASI Sekolah Nasional Terintegrasi: Katalisator Pendidikan Bermutu.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-
ANAK-ANAK usia sekolah pada tingkat pendidikan dasar dan menengah kini memiliki banyak pilihan untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu. Setelah pemerintah meresmikan penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda (SUG) dan Sekolah Rakyat (SR) pada 2025, kini hadir layanan pendidikan bermutu bernama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Tiga jenis sekolah itu diharapkan mampu mendidik anak-anak bangsa dengan berbagai kategori di seluruh penjuru tanah air.
Sesuai mandat Presiden Prabowo Subianto, penyelenggaraan SUG diberikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berdasar Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025. Sementara itu, SR diselenggarakan Kementerian Sosial berdasar Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Terbaru, penyelenggaraan SNT dipercayakan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berdasar Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026.
BACA JUGA:Sekolah sebagai Taman Kehidupan
BACA JUGA:Ketika Sekolah Menjadi Panggung Pembentukan Budaya Baru
Tatkala bersua dengan jajaran awak media, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa berdasar Inpres 10/2026, kehadiran SNT menjadi bagian penting dari ikhtiar menjawab persoalan kesenjangan mutu layanan pendidikan antardaerah.
Mendikdasmen memperkuat alasan penyelenggaraan SNT dengan menunjukkan data bahwa jumlah sekolah berkategori baik tingkat SMP dan SMA baru sekitar 4 persen.
Sekolah unggulan tersebut tersebar di 263 kecamatan dari 7.288 kecamatan seluruh penjuru tanah air. Di antara indikator yang dijadikan penilaian adalah status akreditasi A (unggul), capaian kompetensi minimum murid, serta hasil asesmen literasi dan numerasi sekolah.
Laporan itu berdasar data pokok pendidikan dan rapor pendidikan pada Juni 2025. Data tersebut menunjukkan sebaran sekolah berkategori unggul masih terkonsentrasi di wilayah tertentu.
BACA JUGA:Jangan Pandang Sekolah Swasta dengan Sebelah Mata
BACA JUGA:Sekolah Favorit dan Mitos Masa Depan
Amanah Menyelenggarakan SNT
Data sebaran sekolah berkategori unggul tersebut tentu tidak bertujuan untuk memberi label negatif kepada sekolah, guru, atau daerah. Sebaliknya, data tersebut penting menjadi pengingat bahwa kesempatan anak-anak bangsa untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu belum merata. Ketimpangan layanan pendidikan antardaerah begitu nyata. Sekolah dengan capaian baik masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: