7 Dampak Kebiasaan Minum Teh Kemasan Setiap Hari
Ilustrasi: Teh kemasan. -Pixabay/@Skitterphoto -Disway.id
HARIAN DISWAY - Teh kemasan menjadi minuman favorit banyak orang. Karena rasanya yang segar dan mudah didapat di mana saja.
Namun, kebiasaan minum teh kemasan setiap hari punya dampak negatif bagi tubuh. Di dalamnya terdapat kandungan gula tambahan. Itu yang jadi masalah.
Berbeda dengan teh tawar yang diseduh sendiri. Teh kemasan umumnya melewati proses pengolahan panjang. Berikut 7 dampak minum teh kemasan setiap hari bagi tubuh.
1. Menambah Asupan Gula Harian secara Diam-Diam
Sejumlah merek teh kemasan populer mengandung 21 hingga lebih dari 40 gram gula tambahan. Kandungan itu ada di dalam satu botol berukuran 500 mililiter.
BACA JUGA:Jangan Terlena! 5 Penyakit yang Mengintai Jika Terlalu Banyak Konsumsi Mi Instan
BACA JUGA:Ngeri, seperti Rokok dan Alkohol, Junk Food Bisa Bikin Kecanduan!
Angka tersebut hampir menyentuh, bahkan melampaui batas anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Konsumsi gula tambahan harian disarankan tidak lebih dari 10 sendok teh.

Teh hijau dapat membantu mengurangi kadar kolesterol. Aman dan sehat dikonsumsi ketimbang teh kemasan.--Freepik
Idealnya di bawah 5 sendok teh. Artinya, satu botol teh kemasan sudah bisa menghabiskan jatah gula harian.
2. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2
Konsumsi minuman manis, termasuk teh kemasan secara rutin berkaitan erat dengan risiko diabetes tipe 2.
Penambahan satu porsi minuman manis setiap hari. Itu dapat meningkatkan risiko diabetes hingga belasan persen.
BACA JUGA:5 Alasan Orang Amerika Kecanduan Makanan Instan
BACA JUGA:6 Gejala Kelebihan Gula dalam Tubuh dan Cara Detoks Gula Secara Alami untuk Tubuh Lebih Bugar
Risiko tersebut muncul karena tubuh terus-menerus menerima lonjakan gula dalam jumlah besar. Semakin sering kebiasaan itu dilakukan, semakin besar pula beban kerja organ dalam mengatur kadar gula darah.
3. Manfaat Antioksidan Teh Menjadi Berkurang
Teh segar dikenal kaya antioksidan. Baik untuk tubuh. Sayangnya, manfaat itu banyak hilang pada teh kemasan. Terutama jenis bubuk instan. Atau teh kemasan kaleng yang melalui proses pengolahan panjang.
Teh kemasan melalui proses pemanasan, penyimpanan, dan pengawetan. Proses itu disebut dapat menghilangkan sebagian besar kandungan antioksidan alami daun teh.
Setelah melalui tahapan-tahapan produksi, produk teh kemasan bahkan nyaris tidak menyisakan antioksidan sama sekali.
BACA JUGA:Kenali 5 Jenis Teh Populer dan Khasiatnya bagi Kesehatan
BACA JUGA:Bolehkah Minum Es Teh saat Berbuka bagi Penderita Maag? Ini Penjelasannya
4. Manfaat Kesehatan Teh Ikut Menurun
Sebuah studi melibatkan ratusan ribu partisipan. Ditemukan bahwa konsumsi teh tanpa gula dapat memberikan perlindungan kesehatan.
Namun, itu tidak ditemukan pada teh yang mengandung gula tambahan maupun pemanis buatan. Termasuk teh kemasan.
Dengan kata lain, menambahkan gula pada teh membuat manfaat kesehatannya bisa hilang. Teh kemasan manis secara statistik tidak lagi memberi perlindungan kesehatan tambahan bagi peminumnya.
5. Berisiko Memicu Kenaikan Berat Badan
Gula tambahan dalam teh kemasan menyumbang kalori ekstra yang sering tidak disadari. Jika dikonsumsi setiap hari tanpa diimbangi aktivitas fisik, kebiasaan itu perlahan mendorong kenaikan berat badan.
BACA JUGA:6 Efek Positif Mengurangi Konsumsi Gula
BACA JUGA:Hati-hati! Gaya Hidup ini Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes
Minuman manis, termasuk teh kemasan, dikenal sebagai salah satu penyumbang utama masalah obesitas. Karena kalorinya yang tersembunyi. Namun, tetap masuk ke tubuh secara rutin.
6. Pemanis Buatan Bukan Solusi Aman
Sebagian produsen menawarkan varian teh kemasan rendah gula. Dengan pemanis buatan sebagai alternatif.
Namun, sejumlah penelitian justru mengaitkan konsumsi pemanis buatan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.
Artinya, mengganti teh kemasan manis dengan versi "diet" atau rendah kalori belum tentu benar-benar lebih aman bagi kesehatan jangka panjang.
BACA JUGA:6 Manfaat Buah Delima, Mengurangi Peradangan Hingga Mencegah Penyakit Diabetes
BACA JUGA:Ini 7 Gejala Diabetes pada Anak, Orang Tua Wajib Waspadai sejak Dini
7. Bisa Memicu Gangguan Pencernaan Ringan
Saat minum teh kemasan dalam jumlah banyak, sebagian orang mengalami rasa mual atau tidak nyaman pada perut.
Kandungan tanin dalam teh disebut menjadi salah satu pemicu keluhan itu. Terutama bila diminum dalam kondisi perut kosong.

Kegemaran minum teh dapat mencerminkan gaya hidup seseorang. Minum teh seduh dan hindari teh kemasan juga dapat melindungi kesehatan tubuh.--freepik.com
Tambahkan sedikit susu atau alternatif nabati ke dalam teh. Itu dipercaya dapat membantu meredakan efek tersebut. Karena protein dapat mengikat tanin. Lalu mengurangi dampaknya pada pencernaan.
Bukan Berarti Harus Berhenti Total
Bukan berarti teh kemasan harus dihindari sepenuhnya. Memilih varian tanpa gula tambahan, membatasi porsi, atau menggantinya sesekali dengan teh seduh. Itulah langkah sederhana untuk tetap menikmati teh. Tanpa menambah beban bagi tubuh.
BACA JUGA:Waspada, Diabetes Makin Marak di Kalangan Anak Muda, Gaya Hidup Seperti Ini Jadi Penyebabnya
BACA JUGA:Waspada Diabetes, Perhatikan Frekuensi Buang Air Kencing Normal dalam Sehari
Kebiasaan kecil yang konsisten sering kali punya dampak lebih besar. Dibanding perubahan drastis yang sulit bertahan lama. (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber