Serangan Senyap Autoimun: Tak Cukup Satu Dua Kali Periksa (2)
GAYA HIDUP modern yang akrab dengan makanan dan minuman instan bisa memicu perburukan autoimun. Ilustrasi menunjukkan dua gadis muda nongkrong sambil menikmati minuman instan.-Boy Slamet-Harian Disway
Autoimun kerap hadir tanpa gejala. Atau, memunculkan gejala yang tidak spesifik. Akibatnya, pasien dan dokter sering salah mendiagnosis Autoimun sebagai masuk angin biasa atau kelelahan.
SUDUT hening ruang rawat inap menjadi pemandangan sehari-hari Theresia Rani Noweng. Ibu dua anak itu keluar masuk rumah sakit karena autoimun. Jika sedang kambuh, dia terpaksa menginap di rumah sakit dan meninggalkan pekerjaannya selama berhari-hari.
"Satu jenis autoimun saja sudah begini. Saya tidak bisa membayangkan jika mengidap lebih dari satu jenis autoimun," katanya saat dijumpai Harian Disway di ruang perawatan rumah sakit pada 20 Agustus 2026.
Rani mungkin sudah berdamai dengan autoimun yang hinggap di tubuhnya. Sepanjang perbincangan, air mukanya datar. Bahkan, dia bisa tersenyum lebar saat menceritakan perjalanan penyakitnya.
BACA JUGA:Cara Mengurangi Gejala Autoimun Akibat Stres
BACA JUGA:Peringati hari Lupus Sedunia, Kenali 9 Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang
Dalam satu bulan, penyakit Rani bisa kambuh hingga lebih dari tiga kali. Keluhan yang paling dominan dia rasakan adalah kelelahan akut. Semuanya berawal saat beban pikirannya berlebih. Ketika itu, dua anaknya masuk ICU. Bapaknya juga sakit, lalu disusul ibunya.
Rani stres. Tagihan biaya rumah sakit bagai tak berhenti. Apalagi, saat itu, keluarganya belum ter-cover BPJS Kesehatan. Gajinya dan gaji sang suami tak cukup untuk membayar tagihan. Jadilah Rani utang ke sana kemari.
Beban pikiran itu memengaruhi sistem pencernaannya. Rani diare berkepanjangan. Namun, dia masih tidak merasa ada ancaman kesehatan yang serius.

THERESIA RANI NOWENG memangkas pendek rambutnya agar tidak merepotkan saat harus menjalani perawatan inap di RS karena autoimun. Dalam sebulan, dia bisa tiga kali opname. --Dokumentasi Pribadi
Soal kurang tidur pun, Rani tidak menganggapnya aneh. Pasalnya, dia memang terbiasa begadang. Jadwal tidurnya berantakan. Maklum, dia sedang sedih, dan tidak punya uang.
BACA JUGA:Mengenal Autoimun, Penyakit yang Menyerang Isyana Sarasvati
Puncaknya terjadi pada Agustus 2023 ketika dia tiba-tiba tumbang. Rasa nyeri di kepalanya tak tertahankan. Dia lalu menjalani beragam tes kesehatan. Saat tes urin, barulah diketahui bahwa ginjalnya bocor. Hasil diagnosanya adalah Systemic Lupus Erythematosus (SLE).
Dia pun menjalani perawatan autoimun. Obat-obatan dan tindakan medis dilakukan untuk membuat imunitasnya meningkat. Namun, kekhawatiran Rani bahwa autoimun di tubuhnya akan semakin ganas, selalu membuatnya ketakutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: