7 Manfaat Buah Pir untuk Kesehatan Pencernaan dan Jantung
Buah Pir merupakan buah yang paling aman bagi penderita diabetes--
HARIAN DISWAY - Buah pir kerap kalah populer dibandingkan apel atau pisang. Padahal kandungan gizinya tidak kalah lengkap.
Buah bertekstur renyah dan berair itu menyimpan serat, antioksidan. Hingga kalium yang baik untuk tubuh.
Sejumlah penelitian gizi menyebut konsumsi buah pir secara rutin bermanfaat bagi kesehatan pencernaan sekaligus jantung.
Manfaat itu bisa dirasakan siapa saja. Terutama yang membiasakan diri mengonsumsi satu hingga dua buah pir setiap hari sebagai camilan sehat.
BACA JUGA:6 Buah yang Dianjurkan untuk Penderita Kolesterol
BACA JUGA:5 Buah Kaya Nutrisi yang Bermanfaat untuk Kesehatan Paru-Paru
Dari melancarkan buang air besar hingga membantu menurunkan kolesterol jahat, berikut tujuh manfaat buah pir untuk kesehatan pencernaan dan jantung.
Manfaat untuk Kesehatan Pencernaan

Konsumsi Buah Pir Dapat Membantu Memperlancar Pencernaan--iStock
1. Melancarkan Pencernaan
Satu buah pir berukuran sedang mengandung sekitar 6 gram serat. Baik serat larut maupun tidak larut.
Kandungan itu membantu melunakkan feses. Sehingga lebih mudah dikeluarkan. Sekaligus mempercepat proses pencernaan makanan di dalam usus.
Serat tidak larut dalam buah pir juga menambah volume pada feses. Dengan begitu, pergerakan usus menjadi lebih teratur. Risiko gangguan pencernaan ringan seperti perut kembung dapat berkurang.
BACA JUGA:6 Manfaat Buah Delima, Mengurangi Peradangan Hingga Mencegah Penyakit Diabetes
BACA JUGA:5 Buah yang Tidak Baik Dikonsumsi di Malam Hari
2. Mencegah Sembelit
Serat dalam buah pir bekerja layaknya prebiotik alami. Mendukung keteraturan pergerakan usus.
Rutin mengonsumsi pir dapat membantu mencegah sembelit. Terutama bagi yang kurang mengonsumsi serat dari sumber lain.
Kandungan air yang tinggi pada buah pir turut melengkapi manfaat tersebut. Kombinasi serat dan cairan membuat feses tidak mengeras. Sehingga proses buang air besar berlangsung lebih nyaman dan tidak menyakitkan.
3. Menjaga Keseimbangan Bakteri Baik Usus
Buah pir mengandung pektin, salah satu jenis serat larut yang terbukti mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
BACA JUGA:7 Manfaat Buah Jamblang yang Belum Banyak Diketahui
BACA JUGA:Ingin Cepat Langsing? Coba Konsumsi 10 Buah dan Sayur Ini
Keseimbangan bakteri usus yang terjaga turut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh secara keseluruhan.
Bakteri baik itu juga membantu proses fermentasi sisa makanan di usus besar. Hasil fermentasi tersebut memiliki manfaat positif.
Diyakini berkontribusi pada kesehatan sistem imun. Serta mengurangi peradangan pada saluran cerna.
4. Membantu Mengontrol Gula Darah
Kombinasi serat dan kandungan air yang tinggi pada buah pir. Itu membuat gula alami di dalamnya diserap tubuh secara lebih bertahap.
BACA JUGA:7 Cara Alami Redakan Sakit Gigi Berdenyut
BACA JUGA:Jangan Tunggu Sakit, Menjaga Kesehatan Gigi Adalah Investasi untuk Anak dan Orang Dewasa
Hal itu membantu mencegah lonjakan gula darah setelah makan. Sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama.
Dengan gula darah yang lebih stabil, tubuh juga cenderung terhindar dari rasa lapar berlebihan. Itu biasanya memicu keinginan mengonsumsi camilan tinggi kalori.
Manfaat tersebut menjadikan buah pir pilihan camilan yang ramah. Terutama bagi mereka yang sedang menjaga pola makan.
Manfaat untuk Kesehatan Jantung

GANGGUAN JANTUNG kerap memunculkan pusing selain rasa tidak nyaman pada bagian dada.-Puwadon Sang-ngern-Pexels
5. Menurunkan Kolesterol Jahat
Buah pir mengandung antioksidan procyanidin. Dipercaya mampu menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL.
BACA JUGA:Pencernaan Lancar: Atasi Masalah Pencernaan Anda dengan Mengonsumsi Buah Berikut ini
BACA JUGA:Wow Konsumsi Buah Pisang Mampu Tingkatkan Kebahagiaan dan Mengurangi Stres, Begini Selengkapnya...
Sekaligus meningkatkan kolesterol baik atau HDL dalam tubuh. Manfaat itu membuat buah pir baik dikonsumsi. Sebagai bagian dari pola makan penjaga kesehatan jantung.
Serat larut pada buah pir turut mengikat kolesterol di saluran cerna sebelum diserap tubuh.
Semakin rutin dikonsumsi, semakin besar potensi manfaatnya. Khususnya dalam menjaga kadar kolesterol tetap pada rentang normal.
6. Membantu Menstabilkan Tekanan Darah

Ketika katup menyempit atau tidak menutup sempurna, aliran darah dapat terhambat atau kembali ke ruang jantung sebelumnya. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras.--Magnific
Kandungan kalium dalam buah pir berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.
BACA JUGA:Bahaya! Infeksi Gigi Berlubang Bisa Menjalar ke Jantung dan Otak
Kalium bekerja dengan membantu pembuluh darah lebih rileks. Sehingga kerja jantung memompa darah menjadi lebih ringan.
Tekanan darah yang stabil menjadi salah satu faktor utama pencegahan penyakit jantung dalam jangka panjang.
Karena itu, buah pir cocok dijadikan pelengkap pola makan rendah garam. Sangat dianjurkan bagi kesehatan kardiovaskular.
7. Mengurangi Peradangan Pemicu Penyakit Jantung
Kulit buah pir kaya akan quercetin, senyawa antioksidan yang dapat membantu meredakan peradangan dalam tubuh.
Peradangan kronis merupakan salah satu faktor risiko yang berkaitan erat dengan penyakit jantung. Sehingga asupan antioksidan itu penting untuk dijaga.
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Setelah Ikut Senam Dahlan Iskan: Turunkan Risiko Jantung dan Diabetes
BACA JUGA:RSUP Punya Teknologi PET Scan dan MICS untuk Penderita Jantung, Pasien Bisa Pakai BPJS
Selain quercetin, buah pir juga mengandung vitamin C. Vitamin tersebut berperan sebagai antioksidan tambahan.
Kombinasi kedua senyawa itu bekerja melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Sehingga terhindar dari berbagai penyakit kronis.
Tips Mengonsumsi Buah Pir

Konsumsi Buah Pir Dengan Kulitnya Agar Kandungan Serat Dalam Buah Jadi Optimal-PIRO4D-Pixabay
Agar manfaatnya lebih optimal, sebaiknya buah pir dikonsumsi bersama kulitnya. Karena sebagian besar antioksidan dan serat justru terkonsentrasi di bagian tersebut.
Cuci bersih buah pir di bawah air mengalir. Baru kemudian dikonsumsi. Proses itu untuk menghilangkan kotoran atau residu yang menempel.
BACA JUGA:Mimpi Jatim di Hari Jantung Sedunia: Menjadi Pusat Layanan Jantung Berkelas Dunia
BACA JUGA:Benarkah Chia Seed Bisa Turunkan Berat Badan dan Sehatkan Jantung? Ini Faktanya
Buah pir juga bisa dipadukan dengan menu sarapan, dipotong sebagai campuran salad, atau dijadikan camilan sore hari menggantikan makanan tinggi gula.
Namun, bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti gangguan pencernaan sensitif, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter. Atau ahli gizi mengenai porsi konsumsi yang tepat (*)
*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya (Unesa)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: diolah dari berbagai sumber