Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Diceam karena Ratusan Staf Anggotanya Terkait Perang di Gaza

Kamis 14-12-2023,14:31 WIB
Reporter : Muhammad Fachrizal Hamdani
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Lebih dari seratus anggota staf Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) mengecam menterinya, Alejandro Mayorkas atas penanganan perang di Gaza.

Hal itu dilakukan melalui sebuah penandatangan surat terbuka kepada Menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Alejandro Mayorkas.

Surat itu mengungkapkan rasa frustasi akibat ketidakhadiran departemen ini terkait pengakuan, dukungan, dan berkabung atas korban warga Palestina dalam Perang Hamas-Israel.

"Krisis kemanusiaan yang parah di Gaza dan kondisi di Tepi Barat adalah keadaan yang umumnya akan ditanggapi oleh Departemen dengan berbagai cara," kata surat itu, tertanggal 22 November 2023.

"Namun kepemimpinan DHS tampaknya menutup mata terhadap pemboman kamp-kamp pengungsi, rumah sakit, ambulans, dan warga sipil," imbuhnya berdasarkan surat yang diperoleh secara eksklusif oleh Al Jazeera.

BACA JUGA: Rute Pelayaran Berubah, Houthi Yaman Beri Ancaman Terhadap Kapal yang Menuju Israel Lewat Laut Merah

Surat itu ditandatangani sebanyak 139 anggota staf DHS. Beberapa anggota staf memilih untuk menandatangani surat tersebut secara anonim atau tanpa identitas karena takut akan serangan balik. Surat tersebut juga ditandatangani dari lembaga yang dikelola DHS.

Lembaga itu meliputi Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP), Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), Imigrasi dan Bea Cukai (ICE), dan Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS).

Surat ini adalah indikasi terbaru keretakan hubungan dalam pemerintahan Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Dia telah menghadapi kritik internal atas sikap pemerintahnya terhadap perang di Gaza.

BACA JUGA:Majelis Umum PBB Mendukung Resolusi Gencatan Senjata Kemanusiaan di Gaza, Begini Tanggapan Israel

Surat pengecaman tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Hal yang sama pernah terjadi pada November 2023 ketika lebih dari 500 pejabat dari 40 lembaga pemerintah mengeluarkan surat anonim kepada Biden. Mereka mendorong Biden untuk menyerukan gencatan senjata segera di Gaza.

Ada juga surat lain yang pernah ditandatangani oleh 1.000 karyawan dari Badan Pembangunan Internasional AS (USAID). Permintaannya juga serupa yaitu menyerukan gencatan senjata segera kepada Biden.

Namun, presiden Amerika Serikat tersebut tidak ingin mengkritik serangan militer Israel di Gaza. Justru dia menjanjikan dukungannya yang kokoh dan tak tergoyahkan untuk sekutu lama AS itu.

BACA JUGA: Panik! Warga Israel Borong Senjata Api, Pengajuan Izin Meningkat 600 Persen

Sikap Biden terhadap perang di Gaza ini juga sama seperti Alejandro Mayorkas. Dia mengecam “serangan teroris mengerikan di Israel pada 7 Oktober,” yang dilakukan oleh Hamas, tetapi dia tidak menyebutkan krisis kemanusiaan di Gaza.

Kategori :