BACA JUGA:Reklamasi Surabaya: PT Granting Jaya Siap Buka Hasil Studi Surabaya Waterfront Land
BACA JUGA:Kampanye Tolak Reklamasi SWL Bersama Lamri dan Abdinesia
Meski ditolak warga, namun Himpunan Ahli Pengelolaan Pesisir Indonesia (HAPPI) yang bertindak sebagai pihak penghubung antara pengembang dan masyarakat itu, terus berusaha menarik simpati warga.
Seperti menggelar lokakarya bagi warga maupun Fokus Grup Diskusi (FGD). Namun mirisnya, setiap warga yang mengikuti kegiatan tersebut akan diminta tanda tangan kerjasama atau MoU sebagai tanda setuju adanya proyek SWL.
"Sebenarnya hari ini ada lokakarya dari HAPPI, tetapi banyak warga yang tidak ikut," tandasnya.
Sampai hari ini, Rama bersama teman-temannya, baik dari Muhammadiyah maupun front-front masyarakat lain masih terus berupaya mendampingi warga dalam melawan proyek perusak ekosistem alam tersebut.
"Kami juga berusaha untuk mengomunikasikan permasalahan ini ke pemerintah pusat, agar mendapat atensi," pungkasnya. (*)