Bencana Galon Sekali Pakai: Memangkas Produksi Air Minum dalam Kemasan dari Akarnya

Sabtu 22-03-2025,06:22 WIB
Reporter : Yeremia Tulude Ambat *)
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Teriakan-teriakan “peduli lingkungan” menjadi kata-kata yang menguap di langit saja saat ini. Mengapa? Semakin ke sini, Anda pasti semakin familiar dengan galon sekali pakai yang diproduksi oleh merek air mineral ternama di Indonesia.

Kemasan 5 liter, 12 liter, dan 19 liter menjamur di sudut-sudut toko kelontong ataupun minimarket. Keunggulan yang ditawarkan adalah praktis dan murah.

Bukannya memberikan inovasi yang ramah lingkungan, kehadiran galon sekali pakai semakin memperkeruh masalah sampah plastik yang ada di Indonesia.

BACA JUGA: Sejarah di Balik Perayaan Hari Air Sedunia 22 Maret

Sudah ada kantong plastik sekali pakai, sudah ada kemasan plastik sekali pakai, sudah ada botol plastik sekali pakai, sekarang ditambah lagi sudah ada galon plastik sekali pakai. Mau sampai kapan?

Bagaimana mau mengatasi masalah sampah, masalah banjir, bahkan masalah kontaminasi plastik di makanan, kalau peredaran sampah plastik sekali pakai terus merajarela.

Dalam penelitian karya Larisha Apete, Olwenn V. Martin, Eleni Iacovidou, berjudul Fishing Plastic Waste: Knowns and Known Unknowns sampah plastik yang ada di lautan mengkontaminasi ikan-ikan yang ada di laut.

BACA JUGA: Hari Air Sedunia, Dinas PU SDA Jatim ajak Masyarakat Reboisasi Hutan

Akibatnya, ikan tongkol, ikan kerapu, bahkan ikan teri yang Anda konsumsi, tidak terlepas dari mikroba plastik di dalamnya. Kementerian Kesehatan dalam artikel yang dipublikasikan di situs webnya berjudul Mikroplastik: Wujudnya Tak Nampak Dan Dampaknya Tak Terduga.

Di situ djelaskan bahwa jika ikan yang mengandung mikroplastik dikonsmusi terus menerus, dapat menimbulkan iritasi. Bila diabaikan terlalu lama maka akan terjadi peradangan yang dapat memicu timbulnya tumor bahkan kanker. 

Berbicara masalah sampah dan banjir, masalah ini seakan sudah menjadi dongeng tahunan yang sudah sering dimunculkan ke masyarakat. Sebelum adanya kemasan galon sekali pakai, banjir dan sampah sudah menjadi kawan karib yang sulit dipisahkan.

BACA JUGA: Ramadan Kareem 2025 (22): Merawat Air

Terbayang bukan jika adanya galon sekali pakai, volume sampah akan semakin menjadi, semakin menumpuk, dan semakin sukar untuk diurai. Merujuk pada indonesia.go.id, timbunan sampah nasional mencapai 64 juta ton per tahun.

Jumlah tersebut sekitar 12 persen atau 7,68 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik. Kekhawatiran terbesar ialah sampah-sampah ini terus menggunung dan tidak dapat terurai oleh mikroba di waktu yang cepat.
Adanya galon sekali pakai, volume sampah akan semakin menjadi, semakin menumpuk, dan semakin sukar untuk diurai. --iStockphoto

Masalah mengurangi mengonsumsi air mineral di kemasan sekali pakai, harus diselesaikan secara komprehensif. Tidak bisa sekadar mengandalkan masyarakat untuk bijak menggunakan sampah plastik.

Kategori :