HARIAN DISWAY - Korban Gempa tektonik M7,7 di Myanmar dilaporkan telah menembus angka 3.000 orang. Jumlah ini dilaporkan oleh pemerintah junta militer Myanmar atau State Administration Council (SAC)
Juru bicara junta, Mayor Jenderal Zaw Min Tun mengungkapkan pada Kamis, 3 April 2025 menyebutkan bahwa total korban tewas dilaporkan berjumlah 3.085 orang. Kemudian 4.715 orang terluka, serta 341 orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Ia juga menyebut bahwa tim penyelamat dan bantuan internasional telah tiba dari 17 negara. Dengan jumlah bantuan bencana mencapai 1.000 ton.
"Kami terus melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja keras dari komunitas internasional dan tim medis," katanya.
Tim penyelamat dari Indonesia (INASAR) melakukan misi penyelamatan di sebuah bangunan terdampak gempa di Naypyidaw, Myanmar pada Rabu, 2 April 2025-BNPB-
BACA JUGA:Tiba di Myanmar, Tim INASAR dari Indonesia Sisir Korban Gempa di Naypyidaw
Di tengah bencana yang melanda tersebut, Pemimpin Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing dijadwalkan untuk berangkat ke Bangkok untuk menghadiri pertemuan antar negara kelompok BIMSTEC yang terdiri dari negara-negara teluk Bengali yakni Bangladesh, Bhutan, India, Myanmar, Nepal, Sri Lanka dan Thailand.
Dalam pertemuan tersebut, Min Aung Hlaing diharapkan berbicara tentang bencana yang melanda negerinya tersebut.
Indonesia sendiri telah mengirim bantuan pada Myanmar berupa material dan personil. Mereka tergabung dalam kelompok penyelamatan Indonesia atau Indonesia Search and Rescue (INASAR).
BACA JUGA:BNPB Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban Gempa Myanmar
Mereka telah tiba di Myanmar sejak selasa, 2 April 2025 dan telah memulai misi penyelamatan korban-korban gempa yang masih terjebak di reruntuhan.
12 Kebutuhan Mendasar Para Korban
Posko penyelamatan kontingen Indoesia di Naypyidaw Myanmar. -BNPB-
Gubes Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama menyebut, World Health Organization (WHO) Asia Tenggara dalam 24 jam pertama sesudah gempa sudah mengirimkan hampir 3 ton perlengkapan kesehatan ke daerah yang terdampak utama di kota Naypyidaw dan Mandalay.
"Ini termasuk alat kesehatan, trauma kits, tenda kesehatan dan lain-lain. Sejauh ini WHO juga sudah memobilisasi dukungan dana sebesar 5 juta dolar Amerika Serikat , sementara yang dibutuhkan adalah sekitar 8 juta dolar Amerika Serikat sampai 30 hari mendatang," katanya.
WHO secara rutin juga mempublikasi “situation report” sehingga kita dapat mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu. Sejauh ini sudah tiga kali diterbitkan “situation report”, yaitu pada 29 Maret, 30 Maret dan 1 April.