Beber Skandal Jelang Pilpres, Goenawan Mohamad: Siapapun Pemenangnya Pasti Cacat

Beber Skandal Jelang Pilpres, Goenawan Mohamad: Siapapun Pemenangnya Pasti Cacat

Goenawan Mohamad-Dokumen Ubud Writers Festival-

HARIAN DISWAY– Goenawan Mohamad (GM) merasa kepercayaan publik melemah belakangan ini. Sebab, telah banyak kebohongan yang ditampilkan oleh penguasa.

“Pertama, banyak sekali kebohongan yang juga diucapkan presiden dan orang-orang lainnya,” ungkapnya saat konferensi pers usai sowan ke Gus Mus di Rembang, Minggu, 12 November 2023.

Kalau masyarakat kehilangan rasa saling percaya, maka bisa terjadi keos. Terutama yang paling ia cemaskan adalah jelang Pemilu dan Pilpres 2024

BACA JUGA:Sowan ke Gus Mus, Goenawan Mohamad: Kesetiaan Bisa Dibeli, Kami Berbagi Rasa

BACA JUGA:19 Tokoh Kumpul di Rumah Gus Mus, Tuntut Kejelasan Sikap Pemerintah soal Pemilu 2024

Sebab, kata GM, aturan bersama mulai dibongkar-bongkar. Bahkan cenderung dirusak. Ia menyinggung polemik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait syarat capres-cawapres beberapa waktu lalu.

“Terjadinya skandal, skandal saya sebut, MK menunjukkan itu,” tandas pendiri majalah Tempo itu. Belum lagi, ia juga mendengar akan ada pemaksaan penutupan saluran suara. Dan berbagai skandal lain. 

Kalau itu sampai terjadi, GM memprediksi pilpres berlangsung dengan sangat tegang. Mestinya akan ada yang menang. Tetapi, kemenangan itu kosong.

Menurutnya, pihak yang menang sebenarnya dilegitimasi. Bukan hanya legalitas. Artinya, presiden yang akan datang harus diterima akal dan sesuai hati nurani. 

BACA JUGA:Megawati Berpidato Siang Ini, Blak-Blakan Respons Situasi Politik Terkini

BACA JUGA:Beri Orasi Budaya, Ahmad Dhani Kisahkan Egaliternya Arek Suroboyo

“Inilah yang mungkin tak terjadi. Siapapun yang menang akan cacat. Dan cacat pada mereka akan terbawa terus,” jelas GM. Sehingga kehidupan politik pun tidak berlangsung dengan sehat. 

GM beserta para tokoh nasional lain tidak ingin hal tersebut berkepanjangan. Tentu, mereka sadar tidak bisa mengatasi sendiri. “Tapi paling tidak, seperti kata Gus Mus, mengingatkan, menasehati. Apa ya sombong,” jelasnya.

Dan ia memaksudkan peringatan itu bukan hanya kepada yang berkuasa. Tetapi, juga terhadap sesama. “Nah ini tujuan kami datang ke Rembang. Dan Gus Mus tadi menganjurkan supaya lebih diperluas lagi, insyaallah kita bisa,” terang sastrawan kondang itu. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: