Vietnam vs Indonesia 0-1: Buah Kecerdikan Shin Tae-yong Bangun Pertahanan

Vietnam vs Indonesia 0-1: Buah Kecerdikan Shin Tae-yong Bangun Pertahanan

VIETNAM vs Indonesia 0-1, buah kecerdikan Shin Tae-yong bangun pertahanan. Foto: Pagar defensif timnas, dari kiri, Sandy Walsh, Rizky Ridho, dan Ivar Jenner setelah mengalahkan Vietnam di Ajang Piala Asia 2023, 19 Januari 2024. -Karim Jafaar-AFP

HARIAN DISWAY - Sejarah Indonesia di Piala Asia belum panjang-panjang amat. Timnas Garuda (sebutan Indonesia) baru bisa mencicipi panggung Piala Asia pada 1996, ketika digelar di Uni Emirat Arab. Indonesia lolos melalui jalur kualifikasi.

Setelah edisi 1996, Indonesia sempat tiga kali berturut-turut menjajaki Piala Asia. Yakni pada edisi 2000, 2004, dan 2007. Namun kemudian, Tim Merah putih harus menunggu 16 tahun untuk bisa menjajaki ajang tersebut lagi.

Kita tidak lolos kualifikasi pada edisi 2011 dan 2015. Sedangkan pada 2019 Indonesia tidak boleh mengikuti ajang internasional karena kena sanksi.

BACA JUGA:Vietnam vs Indonesia 0-1: Asa Garuda Menuju 16 Besar Piala Asia 2023 Masih Ada

Maka, jangan heran kalau kemenangan atas Vietnam 1-0 pada Jumat malam, 19 Januari 2024 disambut sangat gembira oleh seluruh warga Indonesia. Ini adalah kemenangan kedua timnas di ajang tersebut. Setelah keunggulan 2-1 atas Bahrain pada Piala Asia 2007.


Asnawi Mangkualam berhasil mengeksekusi penalti saat membawa Indonesia menang melawan Vietnam dengan skor 1-0-bongda24h-

Tahun ini, kita bahkan berpeluang lolos ke babak knockout. Meski syaratnya agak berat: menang atas Jepang di laga terakhir Grup D, 24 Januari 2024. Apa yang membuat penampilan Indonesia membaik?

Jawabnya adalah Shin Tae-yong. Ya, manajer asal Korea itulah kuncinya.

BACA JUGA:Marselino Ferdinan Kritik Wasit yang Sahkan Gol Irak, Indonesia Kirim Protes ke AFC

BACA JUGA:Shin Tae-Yong Tak Terima Gol Kedua Irak: Itu 100 Persen Offside!

Menyerah 1-3 oleh Irak di pertandingan pertama grup D, pelatih Shin Tae-yong sedikit mengubah cara bermain Asnawi Mangkualam dkk di laga kedua penyisihan grup D, saat menghadapi seteru abadinya, Vietnam.

Meski di atas kertas sama-sama menggunakan formasi 3-5-2, dan sama-sama menggunakan garis bertahan medium, namun timnas Vietnam yang bisa mengontrol permainan di menit-menit awal.

Tapi, pelatih Shin Tae-yong nyatanya menerapkan struktur bertahan yang sangat disiplin. Egy Maulana yang diplot jadi tandem Rafael Struick di depan, justru memainkan peran sebagai pemain pengganggu sekaligus mengarahkan alur serangan timnas Vietnam ke salah satu sisi. Saat mereka coba bangun serangan dari pertahanan.

BACA JUGA:Digasak Irak 3-1, Erick Thohir Bilang Lini Belakang Timnas Bermasalah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: