Mesin V10 Siap Comeback ke F1? FIA Buka Peluang untuk Nostalgia Epik

Mesin V10 Siap Comeback ke F1? FIA Buka Peluang untuk Nostalgia Epik

Pameran F2004 karya M. Schumacher dipajang di Mugello 27 Oktober 2019-PagniDD -Karya PagniDD sendiri

Unggahan tersebut langsung menjadi sorotan karena memberikan harapan kepada penggemar bahwa suara ikonik mesin V10 mungkin bisa kembali.

"Peluncuran F1 minggu ini di London telah memicu banyak diskusi positif tentang masa depan olahraga ini," tulis @MohammedBenSulayem di akun Instagram resminya.

"Sementara kami menantikan pengenalan peraturan tahun 2026 tentang sasis dan unit daya, kami juga harus memimpin dalam tren motorsport berteknologi masa depan," lanjutnya.

"Kita harus mempertimbangkan berbagai arah, termasuk suara menggelegar dari V10 yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. Arah mana pun yang dipilih, kita harus mendukung tim dan produsen dalam memastikan pengendalian biaya untuk pengeluaran Riset dan Pengembangan," tambah Sulayem.

BACA JUGA:GP Australia 2025: Strategi Jitu Williams Bantu Albon Finis di P5

BACA JUGA:Penalti Kimi Antonelli Resmi Dicabut dari Formula 1

Seorang juru bicara FIA juga mengonfirmasi bahwa diskusi tentang arah teknis F1 pasca-2030 sedang berlangsung.

Kemungkinan pembentukan kelompok kerja untuk mengeksplorasi opsi ini juga tengah dipertimbangkan.

"Mesin V10 dengan bahan bakar berkelanjutan akan menjadi bagian dari pertimbangan tersebut, yang akan dikaitkan dengan langkah-langkah pengendalian biaya dan lingkungan," tegasnya.

Dukungan dari CEO Formula 1

Stefano Domenicali, CEO Formula 1, turut mendukung gagasan ini. Ia menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam industri otomotif modern, sekaligus mempertimbangkan aspek finansial dan performa.

"Jika bahan bakar berkelanjutan melakukan pekerjaannya dengan benar untuk menjadi nol emisi dan kami mengambil titik keberlanjutan dengan cara yang benar, mungkin kita tidak perlu lagi melakukan hal yang rumit dan mahal dalam hal pengembangan mesin," ucap Stefano Domenicali kepada Motorsport Network pada Agustus 2024.

"Jadi, kami mungkin berpikir untuk kembali ke mesin yang jauh lebih ringan dan mungkin dengan suara yang bagus," tambahnya. Domenicali menegaskan bahwa masa depan F1 harus selaras dengan perkembangan industri otomotif global, sambil tetap menjaga aspek finansial dan performa impresif di lintasan balap.

Meski ide ini menarik, wacana pengembalian mesin V10 ke ajang Formula 1 menghadirkan tantangan tersendiri. Para konstruktor sudah menginvestasikan dana, waktu, dan sumber daya besar dalam pengembangan mesin V6 hybrid untuk regulasi baru yang akan berlaku pada tahun 2026.

Contohnya, Sauber yang tengah bertransformasi menjadi tim pabrikan Audi, akan debut sebagai konstruktor penuh di F1 tahun depan dengan mesin buatannya sendiri.

BACA JUGA:Hasil Race F1 GP Australia: Lando Norris Pertama, Max Verstappen Podium, Hujan Deras Memakan Banyak Korban

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: motorsports