Lebaran Tanpa Ketupat? Begini Sejarah dan Makna di Balik Hidangan Khas Ini

Lebaran Tanpa Ketupat? Begini Sejarah dan Makna di Balik Hidangan Khas Ini

Ketupat Lebaran adalah simbol kebersamaan dan keberkahan.--Pinterest

Proses pembuatannya yang memerlukan keterampilan menganyam janur menggambarkan nilai kesabaran dan kerja keras. Anyaman ketupat yang saling terjalin erat melambangkan persatuan dan kebersamaan.

Hidangan ini tidak hanya menjadi simbol Idulfitri tetapi juga sering digunakan dalam berbagai acara adat dan keagamaan di Nusantara. Dalam sejarahnya, ketupat tidak hanya berkembang di Jawa.

Tetapi juga menyebar ke berbagai wilayah Nusantara dan bahkan ke negara-negara lain di Asia Tenggara. Beberapa negara seperti Malaysia dan Brunei juga memiliki tradisi serupa dalam menyajikan ketupat saat perayaan hari besar.

BACA JUGA: Cara Membuat Ketupat Lebaran dari Beras, Lengkap dengan Tutorial Menyusun Anyaman

Ini menunjukkan bagaimana budaya Melayu-Islam memiliki keterkaitan erat dan berbagi warisan kuliner yang sama. Lebih dari sekadar makanan, ketupat juga menjadi simbol kebersamaan dan persaudaraan.

Proses pembuatannya yang melibatkan banyak tangan, mulai dari menganyam janur hingga memasaknya dalam waktu yang cukup lama, mencerminkan nilai gotong royong yang masih dijunjung tinggi dalam masyarakat Indonesia.

Dalam setiap suapan ketupat, tersimpan doa, harapan, dan semangat kebersamaan yang mempererat tali persaudaraan di hari yang penuh kemenangan.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Anak Saat Perjalanan Mudik Lebaran, Simak Tips dari Dokter Anak Berikut

Meski zaman terus berubah dan gaya hidup modern semakin berkembang, ketupat tetap bertahan sebagai simbol kearifan lokal yang menyatukan keluarga dan kerabat di hari raya.

Lebaran tanpa ketupat seakan terasa kurang lengkap, karena hidangan ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga membawa makna mendalam yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Dari filosofi hingga tradisi, ketupat menjadi lebih dari sekadar makanan lambang kebersamaan, pengampunan, dan keberkahan yang selalu dinantikan setiap Idulfitri. (*)

*) Mahasiswa magang dari Prodi Sastra Inggris, Universitas Trunjoyo Madura

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: