5 Negara Eropa hingga Asia yang Paling Sukses Kelola Sampah

5 Negara Eropa hingga Asia yang Paling Sukses Kelola Sampah

Daur ulang menjadi cara yang tepat untuk mengurangi penumpukan sampah--freepik.com

Selain itu, Skema Pengembalian Deposit (DRS) seperti negara Jerman juga diterapkan untuk kemasan tong bir, beberapa jenis botol, botol gas, Euro-Palette, dan wadah atau kotak. 

2. Jerman

Jerman digadang-gadang sebagai salah satu negara yang memiliki sistem pengelolaan sampah terbaik di dunia. Negara ini berhasil mendaur ulang sampah sebanyak 6,1 persen, yang berarti lebih dari separuh sampah tidak berakhir di tempat pembuangan sampah. Keberhasilan ini didukung dengan berbagai program, seperti.

  • Program Skema Titik Hijau, salah satu program dengan mewajibkan produsen bertanggung jawab penuh atas pengumpulan dan daur ulang kemasan setelah digunakan oleh konsumen. Program ini dilakukan dengan menempelkan logo titik hijau pada kemasan dan membayar biaya proses daur ulang.  

BACA JUGA: 21 Februari Ada Hari Peduli Sampah Nasional, Kenali Bahaya Limbah Plastik Terhadap Lingkungan

  • Sistem Deposit (Pfand), diterapkan kepada masyarakat dengan membayar deposit setiap kali membeli produk yang menggunakan botol plastik atau kaleng. Deposit ini dapat kembali ke konsumen jika botol plastik dikembalikan ke toko. Berdasarkan data dari Earth.Org, program ini terbukti efektif dengan tingkat pengembalian sekitar 98,4 persen. 
  • Pemilah Sampah dan larangan menggunakan plastik sekali pakai. 


Ilustrasi beberapa benda yang dapat didaur ulang menjadi barang yang dapat digunakan kembali--freepik.com

3. Swiss

Selain menjadi salah satu negara dengan tingkat kebahagiaan dan keamanan yang tinggi, Swiss juga termasuk dalam negara yang memiliki pengelolaan sampah tertinggi. Menurut Environmental Performance Index (EPI), negara ini memiliki skor 76,4 persen pada tahun 2023.

BACA JUGA: Surabaya Hadapi Darurat Sampah, Pengelolaan Sampah Mandiri Pelaku Usaha Diuji Efektivitasnya

Swiss memiliki pengolahan sampah dengan cara membakarnya yang kemudian menghasilkan listrik dan panas untuk pemanasan distrik.

Tak hanya itu, negara ini memiliki undang-undang yang mewajibkan produsen untuk mengambil kembali barang lama yang dijual. Bagi masyarakat, terdapat pajak untuk daur ulang yang telah dimasukkan ke dalam harga jual produk. 

4. Austria

Berdasarkan Collect & Recycle, Austria telah berhasil mendaur ulang sampah hingga mencapai 62,2 persen pada tahun 2020. Sistem pengolahan sampah di Austria dilakukan dengan cara: 

  • Pemilahan sampah oleh masyarakat, yang kemudian dibuang ke dalam tempat sampah yang telah disediakan sesuai dengan kategori sampah untuk didaur ulang atau dimusnahkan.

BACA JUGA: Tip Menerapkan Zero Waste, Gaya Hidup Meninggalkan Jejak Kebaikan, Bukan Sampah

  • Program pengomposan sampah organik yang tersebar di seluruh negeri.

5. Singapura

Sebagai negara kecil dengan jumlah penduduk yang padat, Singapura berhasil mengelola sampah secara efisien. Menurut Environmental Performance Index (EPI), Singapura berhasil mencapai 71,70 persen mengelola sampah dengan bijak. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: diolah dari berbagai sumber